historia

Insiden Hotel Yamato: Pengibaran Bendera Merah Putih Biru yang Membuat Murka Arek-arek Surabaya

Sabtu, 6 November 2021 | 06:15 WIB
Hotel Oranje atau Hotel Yamato Surabaya (Id.Wikipedia)

Karena tidak membawa bendera merah putih, mereka merobek bagian biru sehingga menyisakan merah putih. Bendera itu kemudian dinaikkan kembali.

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Beda Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila

Konflik Indonesia dan Belanda semakin memanas. Pada 27 Oktober 1945 terjadi pertempuran pertama kalinya. Disusul pertempuran-pertempuran berikutnya.

Jenderal DC Hawthorn akhirnya meminta Presiden Soekarno meredakan situasi. Namun gencatan senjata gagal. Brigadir Jenderal Mallaby justru tewas dalam pertempuran.

Puncaknya adalah pertempuran pada 10 Nobember 1945 yang menewaskan puluhan ribu orang dari kedua belah pihak.

Baca Juga: Diwarnai Atraksi Fly Pass Pesawat Tempur, Upacara Kemerdekaan RI Lancar

Itulah bentuk perjuangan masyarakat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pertempuran 10 November kemudian diabadikan sebagai Hari Pahlawan.

Sedikit tentang Hotel Yamato, hotel ini ada sejak masa penjajahan Belanda. Dibangun tahun 1910 oleh Lucas Martin Sarkies (Sarkies Bersaudara), pengusaha dari Armenia.

Hotel ini merupakan bagian dari jaringan bisnis hotel mewah di kawasan Asia Tenggara, sepertti  Eastern Hotel dan Crag Hotel di Malaysia, serta Raffles Hotel di Singapura.

Baca Juga: Upacara HUT ke-76 RI di Istana, Dilaksanakan Dengan Protokol Kesehatan Sangat Ketat

Nama sebelumnya adalah Hotel Oranje. Nama Yamato baru digunakan tentara pendudukan Jepang saat mengusir Belanda-Sekutu untuk menguasai Indonesia.

Sampai sekarang hotel itu masih berdiri megah, mejadi  salah satu landmark legendaris Surabaya di kawasan Tunjungan dengan nama Hotel Majapahit.***

Halaman:

Tags

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB