Jalan Solo -Sragen, Ada Banyak Tempat Yang Menarik . Apa Itu ?

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Sabtu, 2 September 2023 | 16:09 WIB
Jembatan Ganefo ( Visit Jateng)
Jembatan Ganefo ( Visit Jateng)

TITIKTEMU.COM, Perjalanan membawa suatu kenangan dan pengalaman batin yang baru. Banyak hal yang ditemui di sepanjang jalan menuju tujuan, banyak sekali hal berharga yang dilihat dan ditemui.

Bagaimana kalau kita melakukan perjalanan dari  Kota Surakarta hingga Sragen. Pasti banyak hal yang menarik untuk diketahui atau ada sisi sejarah yang baru didengar..

Apa saja kenangan yang bisa dijumpai sepanjang Jalan Solo -Sragen?

Berikut beberapa di antaranya :

Omah Londo, Gondang, Sragen

Kompleks Perumahan Sinder Gondang merupakan cagar budaya yang terletak di Gondang Baru, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Masyarakat menyebut deretan rumah kuno ini dengan Omah Londo atau rumah Belanda. Dulunya, rumah-rumah tersebut merupakan rumah dinas para sinder atau mandor Pabrik Gula Kedoeng Banteng.

Walaupun Omah Londo tidak digunakan lagi, namun orisinalitas arsitektur dan ornamen klasiknya mampu menarik wisatawan terutama generasi milenial sebagai salah satu spot swafoto. Tak heran jika Omah Londo menjadi ikon wisata Gondang. 

Jembatan Ganefo, Sragen

Jembatan Nasional Ganefo (Ganepo) berdiri diatas hamparan sungai Bengawan Solo yang menghubungkan Grobogan, Sragen Utara ke Sragen kota. Mungkin, masyarakat yang biasa melewati jembatan tidak banyak mengerti mengenai sejarah berdirinya Jembatan Nasional Ganefo.

Jembatan ini dibangun pada masa pemerintahan presiden Soekarno sejak awal tahun 1950-an dan selesai pada tahun 1963 tepat saat diselenggarakannya GANEFO 1 (The Games of The New Emerging Forces). Pada tahun 1963, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga negara-negara berkembang dan non blok tersebut. Event olahraga ini sukses melambungkan nama Indonesia di kancah olahraga dunia.

 Baca Juga: Mengulik Masjid Agung Surakarta Yang Punya Sejarah Panjang

Stasiun KA Purwosari, Laweyan, Kota Surakarta

Di Kota Surakarta, terdapat beberapa stasiun peninggalan kolonial Belanda seperti Stasiun Balapan sebagai stasiun tertua di Surakarta, Stasiun Purwosari yang dibangun pada tahun 1875 untuk meyabang jalur ke arah PG Colomadu dan PG Gembongan, kemudian disusul stasiun Jebres dan Stasiun Solo Kota.

Stasiun Purwosari terletak sangat strategis, di tengah kota dan mudah dijangkau. Stasiun Purwosari menjadi pemberhentian kereta komuter seperti Bathara Kresna yang membawa penumpang menuju Wonogiri dan sebaliknya. Selain itu masih ada lagi Kereta Uap Wisata Jaladara dan Kereta Prameks jurusan Yogyakarta. Stasiun KA kelas I ini juga sudah ditetapkan bangunan Stasiun Cagar Budaya.

Tugu Lilin atau Tugu Kebangkitan Nasional, Penumping, Laweyan, Kota Surakarta

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Visit Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X