Jawabannya adalah karena kopi pada dasarnya jauh lebih nikmat jika diminum sebagaimana adanya.
Setiap kopi memiliki karakter masing-masing yang berbeda dari lainnya. Citarasa kopi Gayo akan berbeda dengan kopi Malabar (Jawa Barat).
Baca Juga: Kopi Hitam vs Kopi Instan, Mana yang Lebih Baik?
Rasa kopi Temanggung tentu tidak sama dengan kopi Ijen, Bali, Puntang, Kerinci atau lainnya. Keunikan single origin inilah yang bisa dinikmati.
Selain kopi single origin, ada juga istilah kopi blend. Dari namanya, kopi ini merupakan beberapa jenis kopi yang di blend (campur).
Tentu saja tidak asal campur. Sebab kopi blend biasanya bertujuan untukmenciptakan cita rasa baru dari beberapa kopi single origin yang berbeda.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Minum Kopi Hitam Sangat Dianjurkan
Butuh skill khusus untuk menciptakan kopi blend ini. Setidaknya, para pembuat kopi blend sudah sangat paham karakter masing-masing kopi yang akan dicampurnya.
Kopi blend bisa juga terdiri dari campuran dua jenis kopi, yaitu arabika dan robusta dengan prosentase tertentu. Kopi susu kekinian banyak menggunakan kopi blend ini.
Beberapa kombinasi kopi blend ini misalnya Gayo-Bajawa (Flores), Kintamani (Bali)-Lintong, Sidikalang-Kerinci, Puntang (Jabar)-Mandailing dan sebagainya.
Kopi blend sangat mempertimbangkan karakter kopi, biasanya mengombinasikan rasa asam dan pahit. Rasio campuran tergantung rasa yang ingin dicapai.***
Artikel Terkait
Ini Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, Suka yang Mana?
7 Kopi Terbaik di Indonesia, yang Mana Favoritmu?
Selamat Tinggal Kopi Gosong, Tren Kopi di Kalangan Milenial
Cafe Dangdut Buka di New York, Promosikan Kopi, Dangdut, dan Goyangannya
Bukan Pagi Hari, Ini Waktu Terbaik Minum Kopi
Mengapa Harga Kopi Luwak Mahal? Karena...
Program Ngopi Doeloe mengangkat kopi Ulubelu raih penghargaan ISDA 2021