TITIKTEMU.CO - Menjadi orang tua di era Gen Alpha tidak sama seperti zaman dulu. Anak-anak sekarang tumbuh di tengah dunia digital, tekanan sosial yang cepat, tuntutan akademik tinggi, dan banjir informasi setiap hari.
Karena itu, masalah emosi anak kini sering lebih kompleks dari sekadar “kurang disiplin” atau “terlalu manja”.
Banyak orang tua masih percaya semua masalah anak bisa selesai dengan nasihat panjang, ceramah keras, atau perintah sederhana.
Padahal ada momen ketika anak justru tidak butuh dimarahi. Mereka butuh dipahami. Bahkan dalam beberapa kondisi, mereka butuh bantuan profesional.
Baca Juga: Skill Keuangan yang Paling Dicari Perusahaan di 2026, Sudah Punya Belum?
Saat ini permintaan terhadap terapis anak meningkat. Salah satu penyebabnya adalah makin banyak diagnosis ADHD, kecemasan, depresi, dan tantangan perilaku pada anak maupun remaja.
Ini bukan berarti generasi sekarang lebih lemah, tetapi karena kesadaran mental health mulai meningkat dan gejala lebih cepat dikenali.
Anak sering tidak bisa menjelaskan isi kepalanya seperti orang dewasa. Mereka jarang berkata, “Aku sedang cemas” atau “Aku merasa depresi”.
Yang muncul justru tantrum, marah berlebihan, menarik diri, sulit fokus, nilai turun, susah tidur, atau sering sakit tanpa sebab jelas.
Di titik inilah banyak orang tua salah paham.
Perilaku dianggap nakal, padahal bisa jadi itu sinyal minta tolong.
Anak yang terus dimarahi justru belajar menyembunyikan perasaan, bukan menyelesaikan masalahnya.
Terapis bukan tanda kegagalan orang tua.
Artikel Terkait
Film Horor Korea Salmokji Meledak di Box Office: Tembus 2 Juta Penonton dan Bangkitkan Tren Horor
Ciputat Tangsel Dilanda Suhu 36°C pada April 2026, BMKG Ungkap 5 Penyebab Cuaca Terasa Lebih Panas
Baru 13 Hari Tayang, Film Ghost in the Cell Tembus 2 Juta Penonton dan Jadi Fenomena Baru di Bioskop Indonesia
Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026, Referensi Kampus Favorit Calon Mahasiswa
Review Drakor If Wishes Could Kill (2026): Horor Sekolah dengan Aplikasi Pengabul Keinginan yang Berujung Kutukan
El Nino vs Musim Kemarau: Kenapa Cuaca Bisa Lebih Panas? BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Terjadi Agustus
Gen Z Mulai Tinggalkan Brand Mewah: Jika Bukan Logo Mahal, Lalu Apa yang Mereka Cari?
Suka Project Hail Mary? Ini 5 Film Sci-Fi Luar Angkasa yang Bikin Otak dan Emosi Ikut Terbang
Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal: Kini Jadi Klinik Longevity untuk Hidup Lebih Panjang dan Sehat
Rencana Penghapusan Prodi Dinilai Berbahaya: Kampus Bisa Berubah Jadi “Pabrik Tenaga Kerja” Industri