Ciputat Tangsel Dilanda Suhu 36°C pada April 2026, BMKG Ungkap 5 Penyebab Cuaca Terasa Lebih Panas

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 29 April 2026 | 20:11 WIB
Ilustrasi April 2026 suhu panas di  Ciputat capai 36°C. (Pinterest @berita24jamku)
Ilustrasi April 2026 suhu panas di Ciputat capai 36°C. (Pinterest @berita24jamku)

TITIKTEMU.CO - Cuaca panas terasa menyengat di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, pada Senin, 27 April 2026. Suhu udara tercatat mencapai 36 derajat Celsius dan membuat banyak warga merasa gerah sepanjang hari.

Kondisi ini bahkan terasa lebih panas dari angka yang ditunjukkan oleh termometer.

Menurut data pengamatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, lonjakan suhu tersebut bukan terjadi secara kebetulan.

Ada beberapa faktor meteorologis yang terjadi bersamaan sehingga membuat panas terasa lebih intens di kawasan tersebut.

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama adalah posisi matahari yang saat ini berada di sekitar garis khatulistiwa.

Ketika matahari berada di posisi tersebut, sudut datang sinarnya hampir tegak lurus terhadap permukaan bumi, terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

Baca Juga: 9 Larangan di Masjid Nabawi untuk Jemaah Haji Indonesia: Dari Live Streaming hingga Merokok

Akibatnya, intensitas radiasi matahari yang diterima permukaan bumi menjadi lebih besar dibandingkan biasanya.

Semakin tegak sudut datang sinar matahari, semakin tinggi energi panas yang diserap oleh tanah, bangunan, dan permukaan jalan.

Namun radiasi matahari bukan satu-satunya penyebab.

Tingginya kelembapan udara di wilayah tropis juga ikut memperparah sensasi panas yang dirasakan tubuh. Dalam kondisi lembap, keringat yang keluar dari kulit sulit menguap secara cepat.

Proses penguapan keringat sebenarnya berfungsi untuk menurunkan suhu tubuh. Ketika proses tersebut terhambat, tubuh akan terasa jauh lebih panas daripada suhu udara sebenarnya.

Fenomena ini sering disebut sebagai “feels like temperature” atau indeks panas yang dirasakan tubuh.

Faktor lain yang memperkuat panas adalah minimnya tutupan awan di langit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X