Generasi Kerja Sampingan: Kenapa Satu Pekerjaan Nggak Pernah Cukup Lagi Buat Gen Z?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:40 WIB

TITIKTEMU.CO-Dulu, punya pekerjaan tetap dianggap sebagai garis finish. Sekarang, bagi banyak Gen Z, pekerjaan utama justru terasa seperti satu kaki meja—masih bisa berdiri, tetapi rasanya kurang kokoh kalau hanya mengandalkan satu.

Kerja sampingan atau side hustle makin lazim karena orang ingin menambah penghasilan, membangun skill, sekaligus punya pegangan jika kondisi pekerjaan utama berubah.

Fenomena ini bukan sekadar tren TikTok. Pemerintah bahkan meluncurkan program pengembangan gig economy untuk Gen Z pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja di tengah perubahan pasar kerja.

Baca Juga: Overthinking Itu Bukan Penyakit, Ini Skill yang Salah Digunakan

Kerja Sampingan Bukan Lagi Sekadar Cari Uang Tambahan

Ada perubahan cara generasi muda melihat pekerjaan.

Kerja sampingan sekarang bisa menjadi tempat menguji kemampuan sebelum seseorang benar-benar pindah karier.

Seorang staf marketing, misalnya, bisa mengambil proyek desain sederhana. Karyawan kantor dapat mencoba menjadi affiliate, membuka toko online, menulis artikel, atau menawarkan jasa freelance pada malam hari.

Baca Juga: Dana Pendidikan Anak Nggak Harus Asuransi — Ini Alternatif yang Jarang Dibahas Agen

Survei Tirto bersama Jakpat pada April 2026 menemukan 47,36 persen dari 1.250 responden memiliki pekerjaan sampingan. Sebanyak 46,32 persen lainnya mengatakan berencana memilikinya.

Angka tersebut menunjukkan sesuatu yang menarik: memiliki lebih dari satu sumber penghasilan mulai dipandang sebagai strategi bertahan, bukan tanda seseorang tidak betah dengan pekerjaan utamanya.

Kenapa Gen Z Merasa Satu Gaji Nggak Cukup?

Jawabannya tidak selalu karena ingin hidup mewah.

Baca Juga: Duit Happy Pinjaman Online KSP Apk Sfile Legal atau Ilegal OJK?

Ada biaya hidup yang meningkat, kebutuhan finansial yang semakin beragam, serta pasar kerja yang tidak selalu terasa aman. Sebuah studi yang dikutip detikEdu pada 2025 menemukan 58 persen pekerja Gen Z yang disurvei sudah memiliki pekerjaan sampingan, sementara 25 persen lainnya mempertimbangkannya. Alasan terbesar adalah kebutuhan mendapatkan penghasilan tambahan.

Di sisi lain, kerja sampingan juga menawarkan sesuatu yang tidak selalu diberikan pekerjaan kantoran: kendali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X