TITIKTEMU.CO - Ketika pusat Kota Jogja makin riuh turis, klakson, dan hiruk-pikuk kafe baru, ada satu tempat yang menawarkan ketenangan, pemandangan luas, dan suasana hangat tanpa dibuat-buat.
Tempat itu adalah Puncak Sosok. Inilah bagian dari Jogja yang sederhana, tapi berhasil menjadi menjadi ruang bernapas yang lega bagi siapa pun yang butuh istirahat dari penatnya hidup.
Bagi banyak orang, Jogja adalah kota yang bikin rindu. Tapi di sisi lain, Jogja juga bisa melelahkan. Jalanan makin ramai, waktu santai makin terbatas, dan hidup terasa harus cepat-cepat.
Baca Juga: Slow Living di Gunungkidul Memang Menyenangkan, Syaratnya: Lupakan Gaya Necis ala Kota
Dalam kondisi seperti itu, mencari tempat yang benar-benar tenang menjadi kebutuhan: healing, istirahat sejenak dari kepenatan, dan damai.
Tak heran kalau kini banyak warga Jogja dan wisatawan memilih menjauh dari pusat keramaian demi menemukan ketenangan yang dulu mudah ditemui.
Salah satu destinasi yang terus mencuri perhatian adalah Puncak Sosok di Dusun Jambon, Kelurahan Bawuran, Kapanewon Pleret, Bantul.
Berjarak sekitar 45 menit dari pusat kota, tempat ini menawarkan suasana khas perbukitan dengan pemandangan Jogja dari ketinggian 210 mdpl.
Begitu sampai, rasanya seperti keluar dari kebisingan. Hidup tiba-tiba terasa pelan, sejuk, dan menenangkan.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Slow Bar Kafe Paling Asyik di Jogja, Menikmati Kopi Terbaik dan Belajar Gratis!
Dari Lahan Kering Menjadi Tempat Healing
Puncak Sosok bukan proyek investor besar atau destinasi wisata yang dibangun demi viral. Tempat Sebaliknya, tempat ini justru tumbuh dari kebutuhan.
Ada satu tujuan mulia dari dibangunnya tempat ini, yaitu bagaimana mengubah tanah tandus menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Bertahun-tahun lalu, kawasan ini memang bukan lahan ideal untuk pertanian. Tanah berbatu, air susah, dan hamper tidak ada tanaman yang bisa benar-benar hidup di sana.
Artikel Terkait
5 Kota Terbaik untuk Slow Living, Bukan Jogja atau Solo!
Salatiga, Kota 'Selow' yang Cocok untuk Slow Living, Ini Alasannya
Ini Alasan Purwokerto Cocok Jadi Kota Impian untuk Slow Living dan Menikmati Pensiun
Slow Living itu Tidak Sama dengan Bemalas-malasan
Mimpi Slow Living: Benarkah Hidup di Desa Bakal Selalu Nyaman?
Slow Living: Hidup di Desa itu Indah, Tapi Tidak Selalu Mudah
Slow Living di Temanggung: Hidup Tenang dan Damai, Tak Semua Sempurna
Slow Living di Kedu: Bukan Hanya Melambatkan Langkah, Tapi Juga Menata Ulang Ritme Hidup