Hj Parsiti, S.Pd Miliki Anggrek Langka, Belum Berpikir untuk Berbisnis Bunga

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Kamis, 5 Mei 2022 | 13:10 WIB
Hj Parsiti, S.Pd bersama tanaman anggreknya di lantai dua rumahnya (pic/titiktemu/teguh argari)
Hj Parsiti, S.Pd bersama tanaman anggreknya di lantai dua rumahnya (pic/titiktemu/teguh argari)

TITIKTEMU.C0 DEMAK- Warga Perumnas Pucang Gading Demak, banyak yang terpesona dengan adanya sekumpulan anggrek cantik di depan rumah Hj Parsiti, S.Pd di kawasan Pucang Gede Raya.

Kadang mereka selfie di depan tanaman anggrek itu. Begitulah, pesona anggrek bulan dan anggrek lainnya itu, bisa menyenangkan hati yang melihatnya.

Tentu pemilik anggrek itu, Hj Parsiti, lebih bersuka cita lagi. Istri H Bambang Sujatmiko (Kepala SMK 4 Semarang) itu, sudah mulai merawat  anggrek pada tahun 2010, sebelum mereka naik haji.

Baca Juga: Puasa Syawal atau Qadha Puasa Ramadhan dulu yang Harus Dilaksanakan? Begini Penjelasannya

 “Kala kami naik haji, anggrek-anggrek itu tidak ada yang merawat, sehingga ada yang mati,” ungkapnya, ketika ditemui titiktemu.co, di rumahnya yang berlantai dua itu. Namun karena sudah mencintai anggrek, dia akhirnya kembali merawat anggrek-anggrek itu.

Menurut Hj Parsiti, pada bulan Desember tahun lalu, anggrek-anggrek itu mulai kuncup. Dan bulan April hingga Mei 2022 mulai mekar. Guru SMP 2 Semarang itu  rajin merawat dan menyemprot bunga-bunga itu dengan Gandasil D. Yaitu  pupuk daun berbentuk serbuk berwarna hijau yang sangat mudah larut dalam air.

Pupuk itu  disemprot ke daun, batang dan akar bunga anggrek. Dengan komposisi yang tepat dan tambahan beberapa mineral lain, menjadikan pupuk ini pilihan tepat untuk mempercepat pertumbuhan anggrek mulai seedling atau bibit hingga remaja.

Baca Juga: Jadi Wisudawan Terbaik S2 Undip, Bambang Sujatmiko Kepala SMK N 4 Semarang ini Justru Ditangisi Putrinya


Sang suami, yang awalnya kurang begitu suka anggrek, akhirnya ikut kepincut menggemari tanaman cantik ini. “Pak Bambang akhirnya ikut menyemprot anggrek-anggrek itu,” ungkap mantan Ketua PKK RW 13 Pucang Gede itu.

Bersama suaminya (mantan Ketua RW 13), dia ikut aktif menggerakkan berbagai kegiatan positif di RW-nya. Seperti menggelar lomba K3 (Kebersihan, Keamanan dan Ketertiban) dan lomba olahraga antar RT untuk memperingati HUT kmerdekaan RI.

Kini jumlah anggreknya sudah 130-an lebih. Yang di depan teras rumahnya, ada sekitar 30-an. Sedang di lantai dua, ada seratusan anggrek.

Baca Juga: Mapati, Doa Bersama Saat Janin Berusia Empat Bulanan dan Sudah Ditiup Rohnya

Harganya bervariasi mulai dari Rp 40 ribu, Rp 90 ribu, Rp 125 ribu, Rp 200 ribu, Rp 300 ribu, Rp 400 ribu hingga Rp 650 ribu. Yang termasuk berharga mahal adalah anggrek hitam, dengan harga Rp 650 ribu, yang dirawat di lantai dua rumahnya. Anggrek hitam itu, yang termasuk kembang langka, saat ini belum berbunga.

Dari searching di google, anggrek hitam (coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang tumbuh di Semenanjung Malaya, Kalimantan  dan Sumatera serta jadi   maskot flora Provinsi Kaltim. Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan. Namun masih bisa ditemukan di Cagar Alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit. Selain itu ada juga anggrek hitam dari Papua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X