TITIKTEMU.C0 DEMAK- Warga Perumnas Pucang Gading Demak, banyak yang terpesona dengan adanya sekumpulan anggrek cantik di depan rumah Hj Parsiti, S.Pd di kawasan Pucang Gede Raya.
Kadang mereka selfie di depan tanaman anggrek itu. Begitulah, pesona anggrek bulan dan anggrek lainnya itu, bisa menyenangkan hati yang melihatnya.
Tentu pemilik anggrek itu, Hj Parsiti, lebih bersuka cita lagi. Istri H Bambang Sujatmiko (Kepala SMK 4 Semarang) itu, sudah mulai merawat anggrek pada tahun 2010, sebelum mereka naik haji.
Baca Juga: Puasa Syawal atau Qadha Puasa Ramadhan dulu yang Harus Dilaksanakan? Begini Penjelasannya
“Kala kami naik haji, anggrek-anggrek itu tidak ada yang merawat, sehingga ada yang mati,” ungkapnya, ketika ditemui titiktemu.co, di rumahnya yang berlantai dua itu. Namun karena sudah mencintai anggrek, dia akhirnya kembali merawat anggrek-anggrek itu.
Menurut Hj Parsiti, pada bulan Desember tahun lalu, anggrek-anggrek itu mulai kuncup. Dan bulan April hingga Mei 2022 mulai mekar. Guru SMP 2 Semarang itu rajin merawat dan menyemprot bunga-bunga itu dengan Gandasil D. Yaitu pupuk daun berbentuk serbuk berwarna hijau yang sangat mudah larut dalam air.
Pupuk itu disemprot ke daun, batang dan akar bunga anggrek. Dengan komposisi yang tepat dan tambahan beberapa mineral lain, menjadikan pupuk ini pilihan tepat untuk mempercepat pertumbuhan anggrek mulai seedling atau bibit hingga remaja.
Sang suami, yang awalnya kurang begitu suka anggrek, akhirnya ikut kepincut menggemari tanaman cantik ini. “Pak Bambang akhirnya ikut menyemprot anggrek-anggrek itu,” ungkap mantan Ketua PKK RW 13 Pucang Gede itu.
Bersama suaminya (mantan Ketua RW 13), dia ikut aktif menggerakkan berbagai kegiatan positif di RW-nya. Seperti menggelar lomba K3 (Kebersihan, Keamanan dan Ketertiban) dan lomba olahraga antar RT untuk memperingati HUT kmerdekaan RI.
Kini jumlah anggreknya sudah 130-an lebih. Yang di depan teras rumahnya, ada sekitar 30-an. Sedang di lantai dua, ada seratusan anggrek.
Baca Juga: Mapati, Doa Bersama Saat Janin Berusia Empat Bulanan dan Sudah Ditiup Rohnya
Harganya bervariasi mulai dari Rp 40 ribu, Rp 90 ribu, Rp 125 ribu, Rp 200 ribu, Rp 300 ribu, Rp 400 ribu hingga Rp 650 ribu. Yang termasuk berharga mahal adalah anggrek hitam, dengan harga Rp 650 ribu, yang dirawat di lantai dua rumahnya. Anggrek hitam itu, yang termasuk kembang langka, saat ini belum berbunga.
Dari searching di google, anggrek hitam (coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang tumbuh di Semenanjung Malaya, Kalimantan dan Sumatera serta jadi maskot flora Provinsi Kaltim. Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan. Namun masih bisa ditemukan di Cagar Alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit. Selain itu ada juga anggrek hitam dari Papua.
Artikel Terkait
Memasuki Musim Hujan, Ini Tiga Tanaman Herbal yang Ampuh Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Indahnya! Bunga Bangkai di Kebun Raya Cibodas Mekar Sempurna
Dear Pecinta Tanaman Hias, Begini Cara Merawat Philodendron
7 Manfaat Kembang Telang, Mulai dari Anti Stres, Hingga Obati Bisul dan Bronchitis
Pesona Penggarit Orchids, Destinasi Wisata Tanaman Anggrek di Pemalang
Tak Hanya Indah dan Asri, 7 Tanaman Hias Ini Ampuh Menyerap Racun di Udara
Agroeduwisata Krisan, Upaya Pemkab Kulon Progo Tingkatkan Produksi Tanaman Buah