TITIKTEMU.CO - Aksi protes warga Blora terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mencuat dengan simbol "Kartu Kuning" yang menandakan kekecewaan mendalam.
Kerusakan jalan provinsi ruas Randublatung–Cepu menjadi pemicu utama aksi ini, di mana respons gubernur dianggap tidak berempati terhadap kondisi masyarakat.
Titiktemu.co akan membahas kronologi aksi protes ini serta langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dalam beberapa hari terakhir, gelombang kemarahan warga tumpah melalui aksi nyata di jalan, menuntut perhatian serius terhadap infrastruktur yang vital bagi kehidupan mereka.
Pada Minggu, 31 Mei 2026, warga Blora menggelar aksi protes dengan menanam puluhan pohon pisang di kubangan jalan yang rusak parah.
Aksi ini menjadi simbol perjuangan mereka untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Selain menanam pohon, warga juga membentangkan papan bertuliskan "KARTU KUNING GUB JTG". Ini menjadi simbol peringatan keras bagi Pemprov Jawa Tengah yang dianggap mengabaikan infrastruktur Blora Selatan.
Respons Gubernur yang Kontroversial
Pernyataan Gubernur Ahmad Luthfi dalam potongan video Rembug Pembangunan Jawa Tengah memicu kemarahan publik.
Ia menyatakan bahwa membangun jalan tersebut tidak ada manfaatnya dan biayanya terlalu besar.
Pernyataan ini sangat mengecewakan warga, mengingat jalan tersebut merupakan urat nadi logistik, kerja, dan pendidikan bagi masyarakat sekitar.
Menanggapi protes yang meluas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera memberikan klarifikasi dan langkah penanganan konkret
Baca Juga: Biodata Fabiola Elizabeth Agnes: Profil Mantan Istri Reza SMASH, Diduga ini Penyebab Perceraian