TITIKTEMU.CO KULONPROGO - Kabupaten Kulon Progo tetap berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan pertanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan terpadu dengan sektor lain, sehingga akan lebih memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Salah satunya komitmen adalah dengan pencanangan Gerakan Tanam Buah Tahun 2021 yang berlangsung di Agroeduwisata Krisan, Gerbosari Kapanewon Samigaluh, di penghujung tahun 2021 atau diakhir bulan Desember lalu.
Baca Juga: Ashanty Positif Covid-19 Sepulang Liburan dari Turki, Begini Kronologinya
Baca Juga: Resep dr Zaidul Akbar Ini Bisa Membuat Wajah Bebas Jerawat dan Glowing
Ir. Muh Aris Nugroho, MMA, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo menyampaikan gerakan tanam buah ini sebagai komitmen Pemkab untuk mengembangkan komoditas buah-buahan secara terus menerus setiap tahunnya di Kabupaten Kulon Progo. Hal tersebut dikarenakan komoditas buah-buahan merupakan salah satu komoditas yang sangat strategis untuk dikembangkan.
"Dengan pertimbangan karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, dan pemasaran yang mudah, diharapkan mampu menjadikan Kulon Progo sentra buah-buahan, selain itu tanaman buah juga bisa berfungsi sebagai tanaman konservasi untuk pelestarian lingkungan hidup," kata Aris.
Baca Juga: Kata Gus Baha: Jangan Terlalu Sering Berdoa, Lakukan Hal Ini agar Allah Mencukupimu
Ditambahkan Aris, potensi sumber daya alam untuk pengembangan buah di Kabupaten Kulon Progo juga masih sangat luas, membentang sepanjang perbukitan Menoreh sampai di kawasan pantai, sehingga akan terus dikembangkan, baik melalui fasilitasi pemerintah melalui dana APBD-APBN, CSR BUMN dan BUMD dan dari pihak swasta.
Kabupaten Kulon Progo saat ini mempunyai komoditas buah unggulan antara lain durian dengan luas tanam pada tahun 2020 seluas 1.891 Ha dengan produksi 4.847 ton, klengkeng seluas 168 Ha dengan produksi 128 ton, manggis seluas 557 Ha dengan produksi 2.392 ton. Komoditas tersebut dikembangkan dengan menyesuaikan potensi agroklimat wilayah setempat.
"Di Gerbosari ini pencanangan dilakukan oleh Bupatinamun di 11 kapanewon yang lain saat in pun sedang dilakukan hal yangsama,karena Gertam Buah ini dilakukan secara serentak," terang Aris.
Baca Juga: Makam Kerkhof Dezentje Ampel Boyolali & Kisah Terkubur yang Menyertainya...
Gerakan Tanam Buah Tahun 2021 melibatkan 204 Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Tani Hutan, dengan jumlah tanaman sebanyak 242.520 batang untuk 799 hektar.
Dan didukung bantuan bibit buah dari Kementerian Pertanian melalui Satker Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, serta Fasilitasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan kegiatan Rehabilitasi DAS bekerjasama dengan perusahaan tambang di kawasan kehutanan antara lain: PT Bharinto Ekatama, PT Pertamina Geothermal Energy dan PT Bukit Asam.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Drs. H Sutedjo berharap semangat dari masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani untuk budidaya komoditas buah perlu didorong. Selain untuk keberhasilan budidaya tanaman, juga harus didampingi dari aspek penanganan pasca panen dan pengolahan hasil, serta pemasaran hasilnya.
Artikel Terkait
Berburu 7 Kuliner Kaliurang, Sisi Lain Jogja yang Layak Dicoba
Angkringan Widoro Klaten: Awalnya Lahan Mangkrak, Sekarang Jadi Tempat Kuliner Kekinian
Bikin Meleleh, Ini 7 Kedai Es Krim di Jogja dengan Sajian Menghanyutkan
Desa Wisata Nglanggeran Memang Menakjubkan, Ini 5 Objek Wisata yang Ditawarkan
Air Terjun Sri Gethuk, Menikmati Grand Canyon Idonesia di Gunungkidul
Sandiaga Uno Optimis Sektor Parekraf Berkontribusi Besar Bangkitkan Ekonomi di Tahun 2022
Ini Resep Es Kopi Susu Gula Aren, Dijamin Nggak Kalah dengan Coffee Shop
Wisata Toga Rejowinangun Purworejo, Mampu Pikat Wisatawan Luar Daerah
Lanthing, Makanan Ringan Khas Kebumen yang Renyah dan Gurih
Menyambangi Gligir Pasang, Perkampungan Tertinggi di Kabupaten Klaten