Ignatius Ari Djoko kini berada di persimpangan antara dunia korporasi dan tuntutan publik akan keberlanjutan.
TPL membutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun jembatan antara kepentingan perusahaan dan kelestarian lingkungan, terutama Danau Toba yang menjadi destinasi pariwisata super prioritas.
Maka, ekspektasi publik terhadap Ignatius tidak hanya soal kemampuan manajerial, tapi juga keberanian mendorong perusahaan beroperasi dengan standar keberlanjutan yang lebih tinggi.
Di era ketika isu lingkungan kian menjadi perhatian global, kepemimpinan yang bertanggung jawab adalah kunci. Dan bagi Ignatius Ari Djoko, tantangan itu kini berada tepat di hadapannya.***
Artikel Terkait
Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana
Daftar Nomor Darurat Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera-Aceh
Kisah Rosita dan Hutan yang Tak Dijual: Cinta yang Menjaga Megamendung Tetap Hidup
Daendels dan Reformasi Hutan Jawa: Kisah Mas Galak Perangi Pembalakan Liar
Jejak Hutan di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Gayo
Update BNPB, Bencana Sumatera: 914 Orang Meninggal, 389 Lainnya Masih Hilang
Patungan Beli Hutan: Ketika Negara Abai Pembalakan, Frustasi Menumpuk, dan Masyarakat yang Tak lagi Percaya