TITIKTEMU.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik korupsi yang melibatkan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar baru-baru ini. Kasus tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan uang dari proyek pemerintah serta praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara tertutup sebelum akhirnya tim penyidik melakukan operasi penindakan.
"Kegiatan penyelidikan tertutup ini terkait dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati, baik yang berkaitan dengan proyek-proyek di wilayah Kabupaten Pemalang maupun dugaan jual beli jabatan," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
21 Orang Diamankan, Uang Tunai Lebih dari Rp2 Miliar Disita
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 21 orang dari sejumlah lokasi berbeda.
Sebanyak lima orang ditangkap di Jakarta, 15 orang diamankan di Kabupaten Pemalang, sementara satu orang lainnya ditangkap di Purworejo.
Seluruh pihak yang diamankan kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain mengamankan sejumlah pihak, penyidik juga menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan suap proyek dan jual beli jabatan tersebut.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier Anom Widiyantoro
Anom Widiyantoro diketahui menghabiskan masa kecil hingga pendidikan menengah di wilayah Jawa Barat, tepatnya di Cimahi dan Bandung.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi dengan meraih gelar Sarjana Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro pada 1996. Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran pada 2005.
Di bidang politik, Anom resmi menjabat sebagai Bupati Pemalang sejak 20 Februari 2025 bersama wakilnya, Nurkholes. Pasangan tersebut diusung koalisi Partai Golkar, Perindo, PSI, Partai Gelora, dan Partai Buruh.
Artikel Terkait
3 Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Masuk Daftar Bersama Ibrahim Mbaye dan Kerim Alajbegovic
Viral Dugaan Geng Motor di Balik Kematian Satpam Waduk Jatiluhur, Polisi Masih Telusuri Fakta dan Bukti
Mahfud MD Kritik Sayembara Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi, Ingatkan Bahaya Anarki dan Salah Sasaran
Viral Banner 'Stop Penyimpangan' di SMAN 1 Solok Selatan, Siswa Sampaikan Aspirasi usai Dugaan Pelecehan Oknum Guru
Mahfud MD Soroti Penahanan Febrie Adriansyah Tanpa Rompi Pink dan Borgol, Bandingkan dengan Nadiem hingga Tom Lembong