Khutbah Jumat: Memuliakan Bulan Muharram dengan Melaksanakan Puasa dan Menyantuni Anak Yatim

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Kamis, 11 Agustus 2022 | 06:01 WIB
Mengasihi dan menyantuni anak yatim di bulan Muharram. Ilustrasi  (Unsplash)
Mengasihi dan menyantuni anak yatim di bulan Muharram. Ilustrasi (Unsplash)

TITIKTEMU.CO – Muharram sebagai bulan pembuka tahun Hijriah memang sangat istimewa. Bulan Muharram disebut juga sebagai asyhurul hurum atau bulan mulia.

Bersedekah dengan menyantuni anak yatim menjadi salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Muharram.

Anak yatim adalah mereka yang sebelum baliqh sudah tidak memiliki ayah untuk mengasihi dan memberikannya nafkah karena meninggal.

Baca Juga: Tim Khusus Polri Belum Ungkap Motif Penembakan Brigadir J

Kedudukan anak yatim sangat istimewa di mata Islam, tak heran jika anjuran menyantuni anak yatim sangat ditekankan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Keutamaan menyantuni anak yatim salah satunya akan mendapatkan kebaikan yang berlimpah. Seperti dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh r.a. disebut bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Barang siapa mengusap kepala anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan.”

Baca Juga: Menko Polhukam : Motif Penembakan Brigadir J Persoalan Sensitif. Hanya Boleh Didengar Orang Dewasa

Naskah khutbah Jumat kali ini mengajak kepada khalayak untuk amalan-amalan di bulan Muharram dengan dengan anjuran-anjuran Nabi Muhammad saw. Di hari Asyura juga kita dianjurkan untuk menyantuni anak yatim.

Dikutip dari laman NU Online, berikut contoh teks khutbah Jumat tentang amalan di bulan Muharram, salah satunya menyantuni anak yatim yang singkat namun penuh makna.

Baca Juga: 30 Twibbon HUT Kemerdekaan ke 77 RI. Siap Ramaikan Agustusan di Medsos. Cek Link dan Cara Pasangnya

Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِأَدَاءِ الشّرَائِعَ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ السَّمِيْعُ الْبَدِيْعُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّمِعُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Alhamdulillah, puji syukur ke Hadirat Allah swt yang telah senantiasa memberikan kita kenikmatan mereguk iman, memeluk Islam, juga nikmat menjalani kehidupan dengan sepenuh sehat wal afiat. Dengan semua itu, kita dipertemukan di tempat suci nan berkah ini untuk beribadah kepada-Nya sebagai tanda syukur atas segala nikmat yang telah kita terima dari-Nya.

Tak lupa, kita menghaturkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw., juga kepada keluarganya, sahabatnya, tabi’in, dan juga kepada kita semua selaku umatnya. Aamiin ya rabbal alamiin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: nu.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X