TITIKTEMU.CO MADIUN - Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun berlokasi di Kota Madiun, Jawa Timur.
Politeknik Perkeretaapian Madiun merupakan perguruan tinggi vokasi negeri di bawah Kementerian Perhubungan yang memiliki visi usat unggulan dan inovasi pendidikan dan pelatihan vokasi di bidang teknis perkeretaapian berbasis teknologi global.
Baca Juga: Label Halal Indonesia Baru Sudah Diberlakukan 1 Maret 2022, Bagaimana Nasib Label Sebelumnya?
Baca Juga: Mau Kuliah di Bandung? Politeknik Pos Indonesia Jadi Pilihan Keren
Ada 4 (empat) Progam Studi yang bisa dipilih calon mahasiswa Politeknik Perkeretaapin Madiun yakni: D III Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian, D III Teknologi Elektro Perkeretaapian, D III Manajemen Transportasi Perkeretaapian dan D III Teknologi Mekanika Perkeretaapian.
Dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), sampai tahun tahun 2030, perkeretaapian nasional membutuhkan 1.720 orang regulator yang terdiri atas perencanaan, pengujian, inspektorat dan auditor.
Baca Juga: Barcelona 4-0 Osasuna, Barca ke Posisi Ketiga dan Hasil Pertandingan LaLiga Spanyol Lainnya
Disamping itu juga membutuhkan 78.740 orang SDM operator yang terdiri atas perencana, pemeriksa dan perawat.
Pendirian PPI Madiun merupakan amanat UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang mengamanatkan dibentuknya lembaga pendidikan di bidang perkeretaapian.
Untuk mencapai target 78.740 SDM bidang perkeretaapian sampai tahun 2030 PPI Madiun selain menjalankan kelas reguler yaitu mendidik taruna baru lulusan SMA atau SMK, PPI Madiun juga menjalankan kelas paralel mendidik SDM perkeretaapian yang sudah bekerja di pemerintahan sebagai regulator ataupun di perusahaan-perusahaan sebagai operator.
Baca Juga: Ini Penjelasan Seputar Alam Kubur atau Alam Barzah
PPI Madiun tidak hanya melahirkan SDM perkeretaapian dari aspek kuantitas, tetapi juga aspek kualitas. Karena lulusan PPI Madiun tidak hanya terjun mengabdi di pemerintahan saja, tetapi juga perusahaan-perusahaan bidang perkeretaapian nasional maupun internasional sehingga lulusan PPI Madiun nantinya bisa berkiprah di tingkat global.
Untuk melahirkan lulusan dengan keahlian standar global, PPI melakukannya baik dari sisi tenaga pengajar (dosen) maupun dari sisi peserta didik (taruna).
Dari sisi pengajar, saat ini tenaga pengajar API Madiun yang S2 akan diprogramkan menjadi S3. Di samping itu, para pengajar juga mengikuti pendidikan di sejumlah negara seperti Jerman, Swedia dan Korea Selatan.
Artikel Terkait
Hari Pahlawan: PT. KAI bagikan Tiket Gratis untuk Guru, Tenaga Kesehatan dan Veteran
Diujicobakan, Kereta Api Jakarta-Surabaya Berbahan Bakar Gas: Sinergi PT KAI-Subholding Gas Pertamina
LRT Jabodebek Dioperasikan Otomatis dari Pusat Kendali, PT KAI Siapkan 123 Prama Prami di Setiap Rangkaian
Mau Kuliah di Unika Soegijapranata Semarang? Ada D3 Pajak, 18 Program S1 dan 9 Program Magister
Hadiri Dies Natalis ke-46 UNS, Presiden: Universitas Harus Lincah dan Cepat Belajar dengan Perubahan
SBMPTN : Inilah 6 PTN yang Paling Diminati Pada SBMPTN 2021. Hitung Peluangmu pada SBMPTN Tahun Ini
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Duduki Rangking 6 PTS Terbaik Se-ASEAN
Pengin Jadi Sekretaris Profesional? Kuliah Dulu di ASM Santa Maria Semarang