Pemerintah Dorong Sekolah-Sekolah Bisa Segera Adakan PTM Secara Terbatas

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Senin, 3 Januari 2022 | 21:43 WIB
Tangkapan layar Webinar Kesiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2022 secara daring, Senin (3/1). (pic. ditjen paud dikdasmen)
Tangkapan layar Webinar Kesiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2022 secara daring, Senin (3/1). (pic. ditjen paud dikdasmen)

TITIKTEMU.CO JAKARTA -  Maret tahun lalu, pemerintah melalui Kemendikbudristek meminta lembaga pendikan tetap  menggelar pendidikan jarak jauh, dan sebagian sudah diperbolehkan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), tapi masih dengan sangat terbatas.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti menyatakan  sudah dua tahun lebih dunia pendidikan  berlangsung dengan tetap melawan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Lima Pemain Target Manchester United Saat Jendela Transfer Januari, Mulai Declan Rice Hingga Kiper Martinez

Baca Juga: Air Terjun Sri Gethuk, Menikmati Grand Canyon Idonesia di Gunungkidul  

“Kehidupan kita berubah sama sekali selama masa pandemi. Kita yang dulu tidak pernah yang namanya bekerja dari rumah, semuanya bekerja dilakukan dari kantor, semuanya tatap muka, sekarang berubah luar biasa. Dan ini tentunya menuntut banyak perubahan, begitu juga yang ada di sekolah,” ujar Suharti saat membuka Webinar Kesiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2022 secara daring, Senin (3/1).

Pada awal pandemi dulu, anak-anak didorong untuk belajar dari rumah karena semua sekolah ditutup.

Baca Juga: Desa Wisata Nglanggeran Memang Menakjubkan,  Ini 5 Objek Wisata yang Ditawarkan

Tidak hanya di Indonesia, kondisi serupa juga terjadi di negara-negara lain. 

“Semuanya demi keselamatan anak-anak kita, demi keselamatan warga sekolah,” tambah Suharti seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari Youtube Ditjen PAUD Dikdasmen.

Dalam beberapa bulan terakhir 2021, sudah banyak progress kondisi pandemi juga membaik, situasi PPKM juga menurun.

Oleh karena itu, pihak terkait perlu mencari solusi bagaimana memastikan bahwa anak-anak didik  juga bisa mulai belajar, tentunya dengan tetap menekankan keselamatan semua.

Baca Juga: Hindari Malioboro Malam Ini, Ada Defile Menyongsong 76 Tahun Yogyakarta Ibukota RI

“Kita tahu, bapak dan ibu semuanya, selama pandemi ini banyak sekali dampak negatif yang kita alami, khususnya untuk bidang pendidikan. Sebagai contoh saja, anak-anak yang putus sekolah untuk anak SD saja ini meningkat 10 kali lipat dibanding 2019,” papar Suharti.

Banyak sekali tekanan dari orang tua khususnya tekanan ekonomi yang memaksa mereka untuk mengajak anaknya bekerja, kemudian ada juga orang tua yang merasa pembelajaran jarak jauh yang diikuti oleh anaknya tidak memberikan kemampuan bagi mereka, dan merasa sama saja anak-anak  tidak sekolah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Ditjen PAUD Dikdasmen

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X