TITIKTEMU.CO JAKARTA - Maret tahun lalu, pemerintah melalui Kemendikbudristek meminta lembaga pendikan tetap menggelar pendidikan jarak jauh, dan sebagian sudah diperbolehkan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), tapi masih dengan sangat terbatas.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti menyatakan sudah dua tahun lebih dunia pendidikan berlangsung dengan tetap melawan pandemi Covid-19.
Baca Juga: Air Terjun Sri Gethuk, Menikmati Grand Canyon Idonesia di Gunungkidul
“Kehidupan kita berubah sama sekali selama masa pandemi. Kita yang dulu tidak pernah yang namanya bekerja dari rumah, semuanya bekerja dilakukan dari kantor, semuanya tatap muka, sekarang berubah luar biasa. Dan ini tentunya menuntut banyak perubahan, begitu juga yang ada di sekolah,” ujar Suharti saat membuka Webinar Kesiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2022 secara daring, Senin (3/1).
Pada awal pandemi dulu, anak-anak didorong untuk belajar dari rumah karena semua sekolah ditutup.
Baca Juga: Desa Wisata Nglanggeran Memang Menakjubkan, Ini 5 Objek Wisata yang Ditawarkan
Tidak hanya di Indonesia, kondisi serupa juga terjadi di negara-negara lain.
“Semuanya demi keselamatan anak-anak kita, demi keselamatan warga sekolah,” tambah Suharti seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari Youtube Ditjen PAUD Dikdasmen.
Dalam beberapa bulan terakhir 2021, sudah banyak progress kondisi pandemi juga membaik, situasi PPKM juga menurun.
Oleh karena itu, pihak terkait perlu mencari solusi bagaimana memastikan bahwa anak-anak didik juga bisa mulai belajar, tentunya dengan tetap menekankan keselamatan semua.
Baca Juga: Hindari Malioboro Malam Ini, Ada Defile Menyongsong 76 Tahun Yogyakarta Ibukota RI
“Kita tahu, bapak dan ibu semuanya, selama pandemi ini banyak sekali dampak negatif yang kita alami, khususnya untuk bidang pendidikan. Sebagai contoh saja, anak-anak yang putus sekolah untuk anak SD saja ini meningkat 10 kali lipat dibanding 2019,” papar Suharti.
Banyak sekali tekanan dari orang tua khususnya tekanan ekonomi yang memaksa mereka untuk mengajak anaknya bekerja, kemudian ada juga orang tua yang merasa pembelajaran jarak jauh yang diikuti oleh anaknya tidak memberikan kemampuan bagi mereka, dan merasa sama saja anak-anak tidak sekolah.
Artikel Terkait
Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia 2021 Ditutup, SMPN 5 Yogyakarta Raih Dua Medali
Bertemu Wakil Rektor UNY: Bupati Blora Ingin KKN Mahasiswa Ditempatkan di Desa Miskin di Pinggir Hutan
Rezeki Mengalir Deras, Baca Surat Yasin 41 Kali, Begini Penjelasan Gus Baha
Baca Alfatihah 41 Kali antara Salat Sunah dan Fardhu Subuh, Gus Baha: Kamu Tidak Akan Miskin
Bacaan Doa Akhir dan Awal Tahun Baru 2022, Antara Syukur dan Harapan
SNMPTN 2022 Sampai pada Tahap Cek Kuota Sekolah, Begini Caranya!
Ayam Berkokok di Malam Hari Tanda Malaikat Datang? Begini Penjelasan Gus Baha
Dari Ajang UNNES Green School Ranking: SMP N 1 Juwani Pati Raih Peringkat 1
Bukan di Sepertiga Malam, Ini Waktu Paling Mustajab untuk Berdoa Menurut Gus Baha