“Karena aku ingin dia menjadi orang yang terpuji bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi,” kata Abdul Muthalib.
Muhammad lahir dari keluarga terhormat dan mulai. Ia keturunan suku Quraisy, suku asli Mekkah dan suku terhormat di jazirah Arab.
Baca Juga: Khadijah, Perempuan Istimewa yang Menembus Batas Zamannya
Buku “Hegemoni Quraisy: Agama, Budaya, Kekerasan” karya Khalil Abdul Karim menyebut nenek moyang Muhammad, Qushay, pendiri dan peletak dasar pemerintahan Quraisy.
Kepemimpinan Qushay kemudian diteruskan oleh keturunannya, termasuk Abdul Muthalib.
Dikutip dari buku Sirah Nabawiyah karya Abdul Hasan 'Ali Al-Hasani An-Nadwi', beberapa peristiwa luar biasa menandai kelahiran Nabi Muhammad.
Baca Juga: Kisah Ali bin Abi Thalib yang Hampir Terlambat Shalat Subuh Berjamaah
Pada malam menjelang kelahirannya, Istana Kisra di Persia mendadak berguncang sampai merobohkan 14 balkon. Istana Kisra dianggap sebagai pusat kezaliman dan kekafiran.
Peristiwa lain, api sesembahan penganut Zoroaster (Majusi) di kuil pemujaan mendadak padam. Konon, api itu sudah menyala selama seribu tahun.
Kelahiran Nabi Muhammad juga ditandai dengan peristiwa guncangan dahsyat yang menghancurkan berhala-berhala di sekitar Ka'bah.
Baca Juga: Salat Tahiyatul Masjid, Penghomatan Terhadap Rumah Allah dan Keutamaannya
Pada saat yang sama, danau-danau di Kisra surut, dan sumber-sumber mata air mengering membuat rakyat Kisra kebingungan.
Mekkah memiliki tradisi bahwa bayi yang baru lahir diasuh dan disusui oleh perempuan desa. Demikian juga dengan Muhammad yang disusui oleh Halima Sa'diyah.
Ketika Muhammad berumur 6 tahun, ibu Aminah meninggal dunia. Muhammad kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib.
Baca Juga: Tidak Semua Muslim Tahu Dahsyatnya 8 Doa Duduk di Antara Dua Sujud
Artikel Terkait
Jangan Tinggalkan Shalawat Nabi, Sebab Berkahnya Luar Biasa
Masyaallah, Simak Dialog Manusia dengan Alquran Soal Musibah (Covid-19) Ini
Ini Alasannya Mengapa Perlu Membaca Surat Al Mulk Sebelum Tidur
7 Amalan Hari Jumat Sesuai Sunnah Rasul, Ada 1 Jam Waktu Mustajab untuk Berdoa Lho!
Shalawat Nariyah, Bagian dari Ikhtiar Agar Doa Mudah Dikabulkan