“Kita lagi kampanye 'Jo Kawin Bocah' untuk menekan angka pernikahan dini,” kata dia.
Baca Juga: Gubernur Jateng Ditagih Pembebasan Seragam Sekolah, Netizen: Baju Saya Kekecilan, Pak!
Gus Yasin mengakui sekolah pembelajaran jarak jauh atau PJJ akan semakin memicu terjadinya pernikahan dini. Aapalagi sekolah bisa dilakukan di rumah.
“Sebagian orangtua beripikir menikah muda tidak apa-apa, toh meskipun menikah masih bisa tetap sekolah,” jelasnya.
Karena itu, lanjut dia, Pemprov Jateng terus mengupayakan pembelajaran tatap muka penuh. Sekolah tatap muka bagaimanpun lebih baik dibanding PJJ.
“Jadi patuhi protokol kesehatan. Semakin kita taat, kondisi Covid-19 akan semakin baik sehingga anak-anak bisa sekolah tatap muka secara penuh,” jelas dia.***
Artikel Terkait
Wonogiri Belum Gelar Sekolah Tatap Muka. Tunggu Lampu Hijau!
Sekolah Tatap Muka, Jakarta Sediakan 70 Bus Sekolah Gratis untuk Siswa
95 Persen Guru Sudah Divaksin, Sragen Sekolah Tatap Muka 6 September
Senangnya! Sekolah di Solo Mulai Tatap Muka Terbatas Senin
Tinjau Sekolah di Yogyakarta, Nadiem Makarim: Roh Pendidikan itu Pembelajaran Tatap Muka