TITIKTEMU.CO, - Rebo Wekasan atau Rabu terakhir bulan Safar oleh sebagian kalangan dianggap sebagai hari keramat dan menakutkan. Sudah menjadi pandangan masyarakat umum di hari tersebut diyakini bahwa Allah akan menurunkan berbagai bala’ atau musibah.
Sehingga pada hari Rabu terakhir bulan Safar atau Rebo Wekasan ini umat islam dianjurkan melaksanakan berbagai amaliyah sebagai upaya menolak bala’ tersebut.
Dilansir titiktemu.co dari laduni.id, dalam teks khutbah Jumat ini, dijelaskan tentang apa dan bagaimana Rebo Wekasan menurut pandangan masyarakat dan dilihat dari sisi syariat islam. Khutbah Jumat ini mengajak umat Islam untuk memaknai Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan sebagai hari baik dan penuh berkah.
Baca Juga: Keutamaan Hari Jumat : Wajib Shalat Jumat bagi Laki-laki, lalu Perempuan Bagaimana?
Berikut teks lengkap khutbah Jumat tentang cara memaknai Rebo Wekasan sebagai hari baik yang ditulis oleh Zaenal arsyad A. S. Fil.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَّعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا. وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Mengawali khutbah ini, tidak bosan-bosannya, khatib mengajak kepada diri khatib pribadi dan seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur pada Allah swt atas segala anugerah nikmat yang kita terima dalam kehidupan ini.
Baca Juga: Sinopsis dan Pemain Jailangkung Sandekala yang Tayang di Bioskop 22 September
Dan juga mari kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt, bukan hanya diucapkan melalui lisan kita saja, namun terlebih dari itu ditancapkan dalam hati dan diwujudkan dalam perbuatan kita sehari-hari. Di antara wujud komitmen bertakwa itu adalah senantiasa menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang menjadi panutan kita dan tiap sunnahnya selalu kita teladani.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Baca Juga: Profil Dedi Mulyadi Anggota DPR RI yang Digugat Cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika