pendidikan

Rebo Wekasan Dipercaya Allah akan Turunkan Bala? Begini Menurut Buya Yahya

Selasa, 20 September 2022 | 16:45 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya (pic/ you tube)

Buya Yahya menegaskan bahwa ilham bukan hujjah, sekalipun seorang wali  kutub mendapatkan ilham, tidak boleh menjadi hujjah.

Baca Juga: INFO LOKER : Perusahaan BUMN PT Pelni (Persero) Membuka Lowongan Kerja untuk Posisi Mualim hingga Perwira Radi

“Tapi kalau Anda percaya karena dia saleh, kemudian ilhamnya tidak melanggar syariat, maka boleh Anda ikuti,” ujarnya.

Namun bila ada yang tidak mempercayai ilham tersebut jangan dicaci maki, misal seseorang memilihtidak melakukan amalan saat Rebo Wekasan karena tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Jadi kalau Anda mempercayai guru Anda seorang yang saleh boleh-boleh saja dilakukan, akan tetapi yang Anda lakukan tentunya dasarnya adalah Nabi, bukan dasarnya ilham. Ilham pengantar kepada sunah nabi,” tambah Buya Yahya.

Baca Juga: INFO LOKER : Perusahaan BUMN PT Pelni (Persero) Membuka Lowongan Kerja untuk Posisi Mualim hingga Perwira Radi

Buya Yahya mencontohkan, misalnya berdasarkan dari ilham bahwasanya pada Rabu terakhir bulan Safar akan turun bala, maka tolaklah bala dengan salat dua rakaat.

“Salat apa itu? Salat yang pernah diajarkan nabi untuk menolak bencana namanya hajat. Kemudian ditambah lagi sedekah. Nabi yang nyuruh, itu boleh,” kata Buya Yahya.

Dengan demikian mengerjakan amalan Rebo Wekasan boleh dan sah-sah saja dilakukan asal tidak bertentangan dengan syariat dan tidak menisbatkannya kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Kebumen Diguncang Gempa 4,3 Magnitudo, Dirasakan Hingga Yogyakarta. BMKG : Hati-hati Gempa Susulan

Karena terkait amalan Rebo Wekasan ini memang tidak pernah ada tuntunan langsung dari Nabi Muhammad SAW.

"Selagi itu tidak bertentangan dengan syariat dan itu tidak dinisbatkan kepada Nabi, ya biarkan saja," pungkas Buya Yahya.***

 

Halaman:

Tags

Terkini