TITIKTEMU.CO JAKARTA - Ada tiga ulama Indonesia yang tercatat dalam sejarah pernah menjadi imam besar di Masjidil Haram.
Mereka adalah para alim ulama dengan keluasan ilmu meliputi fiqih, syariah, tasawuf serta termasyhur karena perilaku mereka yang tawadhu'.
Baca Juga: Didampingi Kapolri dan Habib Luthfi, Presiden Jokowi Lepas Kirab Merah Putih
Baca Juga: Khutbah Jumat: Memuliakan Bulan Muharram dengan Melaksanakan Puasa dan Menyantuni Anak Yatim
Berkat ketinggian ilmu tersebut, tiga tokoh ini dijadikan imam besar di Masjidil Haram. Sebuah amanah yang menunjukkan tingkatan ilmu, serta pengakuan kealiman dari para ulama di penjuru dunia.
Dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Facebook NU Teluk Pucung Bekasi berikut adalah ketiga ulama tersebut:
Baca Juga: Khutbah Jumat: Memuliakan Bulan Muharram dengan Melaksanakan Puasa dan Menyantuni Anak Yatim
- Syeikh Junaid Al Batawi
Ulama ini lahir di Pekojan, Jakarta Barat. Beliau dikenal sebagai seorang pendidik yang tangguh. Hingga akhir hayatnya dihabiskan untuk mengajar.
Syeikh Junaid dikenal sebagai syeikhul masyayikh madzhab Syafii. Di antara muridnya yang kemudian masyhur adalah Iman Nawawi Al Bantani.
Syeikh Junaid Al-Batawi wafat di Mekah pada tahun 1840. Saat itu, beliau diperkirakan berusia 100-an tahun.
- Syeikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani
Ulama ini dilahirkan di Kampung Tanara, Serang, Banten pada tahun 1815. Namanya masyhur hingga sekarang dengan karyanya yang banyak.
Di Mekah, beliau kembali memperdalam ilmu agama kepada guru-gurunya selama kurang lebih 30 tahun. Semakin hari semakin masyurlah hasil pemikiran Syeikh Muhammad Nawawi. Beliau juga menulis banyak kitab berbahasa Arab dan jadi rujukan khususnya dalam ilmu fiqih, di seluruh dunia.
Ketika menetap di Syi’ib ‘Ali, Mekah, Syeikh Muhammad Nawawi memiliki murid yang banyak dan berasal dari berbagai bangsa. Namanya kemudian tersohor sebagai Syaikh Nawawi al-Jawi al-Bantani. Puncaknya, ketika beliau ditunjuk sebagai pengganti imam Masjidil Haram.