TITIKTEMU.CO - Musim haji segera dimulai. Jika tak ada aral melintang, kloter pertama calon jamaah haji akan diberangkatkan menuju tanah suci, 4 Juni 2022, dari lima embarkasi di seluruh Indonesia.
Tahun ini, Indonesia mendapatkan kuota haji sekitar 100 ribu orang. Jumlah yang cukup lumayan, mengingat dua tahun terakhir pemerintah Arab Saudi tidak menerima jamaah haji dari luar Arab Saudi.
Bagi jamaah haji, tentu saja menjadi haji mabrur adalah harapan utamanya. Haji mabrur menjadi dambaan bagi setiap umat Islam yang menunaikannya. Predikat ini juga yang ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW akan mendapatkan balasan berupa surganya Allah SWT.
Terkait haji mabrur, Pengasuh Pesantren Tribakti Attakwa Lampung Timur, KH Khaliq Amrullah Adnan, mengungkapkan ada beberapa tanda jamaah haji yang akan mendapatkan predikat ini.
Tanda-tanda ini sudah bisa terlihat dari aktivitas jamaah saat menjalankan rukun Islam kelima ini di tanah suci.
Baca Juga: Tiba Dari Arab Saudi, Ini Pesan Menag Untuk Jemaah Haji
Yang pertama jelas Gus Khaliq, sapaan karibnya, adalah senantiasa berbicara dan berkomunikasi secara baik dengan orang lain. Jamaah ini senantiasa menjaga diri untuk mengucapkan hal yang baik. Ia akan senantiasa berbicara hal yang bermanfaat atau jika tidak lebih baik diam.
"Hal ini sudah jelas-jelas ditegaskan dalam aturan bahwa jamaah haji tidak boleh rafas, fusuk, atau jidal saat berhaji. Jika dilanggar maka kemabrurannya akan menjauh," ungkapnya.
Tanda yang kedua dari jamaah haji yang akan menjadi mabrur adalah senang kepada ketentraman. Keberadaan dirinya selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci selalu memberikan ketentraman jamaah lain. Tidak sebaliknya, selalu memunculkan masalah yang membuat situasi tidak kondusif.
"Tanda haji mabrur selanjutnya adalah suka membantu orang lain," katanya menyebutkan tanda ketiga dari jamaah yang bakal mendapat predikat mabrur.
Tanda ini terlihat dari ringannya jamaah dalam mengulurkan tangan membantu jamaah lain, walaupun hal tersebut terlihat sepele dan ringan. Berbagai masalah tentu akan di hadapi setiap jamaah saat berhaji. Masalah tersebut akan lebih ringan dan bisa ditangani bila ada sikap tolong menolong sesama jamaah.
"Tanda haji yang mabrur juga terlihat dari meningkatnya amalan ibadah, baik sebelum atau pun sesudah berangkat haji," paparnya menjelaskan tanda yang keempat.