TITIKTEMU.CO - Setelah menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadan, umat Islam disunnahkan untuk berpuasa Syawal selama enam hari.
Meski hanya sunnah, namun puasa Syawal ini memiliki banyakkeutamaan bagi yang mengerjakannya. Salah satunya mendapatkan pahala sebanding dengan ibadah puasa setahun.
Menurut kitab Syarah Shahih Muslim,Imam An-Nawawi satu kebaikan diganjar 10 kebaikan. Jika berpuasa sebulan penuh saat Ramadhan atau 30 hari, maka orang itu sama dengan telah berpuasa 10 bulan.
Baca Juga: Hasil Sidang Isbat tentukan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Jatuh pada Senin, 2 Mei 2022
Dengan demikian, puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan puasa selama dua bulan seingga puasa Ramadhan dan Syawal akan berjumlah 360 bulan atau setahun.
Dikutip dari laman NU Online, diriwatkan dari Abu Ayyun Al-Anshari radhiyallahu'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa berpuasa Ramadhan, kemudian ia mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa satu tahun penuh.” (HR. Muslim).
Baca Juga: Kumpulan 50 Link Twibbon Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022 untuk Status Media Sosial
Sedangkan bagi perempuan yang masih memiliki qadha’ puasa Ramadhan, sebaiknya dibayar dulu puasa qadha’nya sebelum melanjutkan puasa sunnah Syawal 6 hari.
Sebab orang yang memiliki qadha’ atau hutang puasa Ramadhan artinya puasanya belum genap 30 hari sebagai syarat puasa 6 hari di bulan Syawal.
Namun, ada juga ulama yang berpendapat diperbolehkan menggabungkan puasa qadha’ Ramadhan dengan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.
Baca Juga: Kumpulan Quotes Gus Baha yang Bikin Beribadah Jadi Asyik
Utadz Adi Hidayat menyebut ada dua pendapat di kalangan ulama. Pertama, mendahulukan yang wajib, dalam hal ini qadha.
“Sifat hukum wajib itu di atas sunnah sehingga prioritas harus pada hutang puasa atau qadhanya dulu, baru puasa sunnah Syawal,” katanya dalam tayangan vido di kanal YouTube Kajian Islam Official.