pendidikan

Rumah di Gaza Hancur Tak Padamkan Semangat Mohammad untuk Kuliah di Universitas Lampung

Minggu, 13 Februari 2022 | 16:24 WIB
Mohammad Zyad Alshurafa, mahasiswa asal Gaza Palestina saat ini sedang kuliah di Universitas Lampung dan magang di SEVIMA. (pic. sevima)

TITIKTEMU.CO SURABAYA - Perang di Jalur Gaza meninggalkan luka batin bagi Mohammad Zyad Alshurafa, mahasiswa asal Palestina yang sedang kuliah di Universitas Lampung.

Ditengah-tengah studi, rumah Mohammad luluh lantak akibat serangan militer pada Mei 2021 lalu.

Baca Juga: Malaysia Akan Buka Penuh Perbatasan Untuk Semua Negara. Tanpa Perlu Karantina Wajib!

Baca Juga: Virus Covid 19 Varian Omicron Meningkat, Masjidil Haram dan Nabawi Kembali Jaga Jarak

Mohammad sempat putus asa.  Ia menawarkan diri kepada keluarganya, untuk tidak melanjutkan studi dan kembali ke Gaza dalam rangka membantu orang tua. Namun Zyad dan Neibal, selaku ayah dan ibu Mohammad, melarangnya.

“Orang tua saya berharap saya bisa memperoleh pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik di Indonesia. Itulah kenapa saya terus bersemangat untuk belajar Ilmu Komputer, termasuk pada hari ini, merantau ke Surabaya untuk mulai magang di SEVIMA,” ungkap Mohammad saat Penyambutan Mahasiswa Magang dari Universitas Lampung, Rabu (09/02) di Gedung SEVIMA Surabaya.

Baca Juga: Jangan Baper! Ini 7 Film Romantis yang Cocok Ditonton Saat Valentine

Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Lampung Prof Suharso menyatakan bahwa kehadiran bermula dari kerjasama kampus tersebut dengan Palestina.

Universitas Lampung kemudian mendanai lima mahasiswa asal Palestina untuk berkuliah secara gratis di kampus negeri kebanggaan masyarakat Lampung ini.

“Kita carikan dana untuk beasiswa, dan kita dukung Mohammad dan kawan-kawannya dalam berjuang untuk studi. Harapan kami, kedatangan Mohammad bisa mempromosikan persahabatan antar bangsa, sekaligus membantu Palestina yang sedang dalam kesulitan,” ungkap Suharso.

Baca Juga: Mengenang Ki Seno Nugroho Dalang Kondang yang Terinspirasi Sosok Ki Manteb Sudarsono

Perjuangan menempuh studi dimulai Mohammad jauh sebelum datang ke Indonesia. Ia mengetahui kesempatan beasiswa ini dari selebaran yang ditempel di mading kampusnya di Gaza.

Dengan pertimbangan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia relatif lebih unggul dibanding di Gaza, dan tersedia beasiswa gratis, Mohammad rela untuk meninggalkan kuliahnya di Gaza yang sudah berjalan dua semester.

Untuk berangkat ke Indonesia, anak ketiga dari sembilan bersaudara ini juga harus dihadapkan dengan masalah keberangkatan. Permohonan visanya sempat ditolak berkali-kali oleh otoritas Mesir maupun Israel.

Halaman:

Tags

Terkini