pendidikan

278 Tim Robot Unjuk Gigi di Ajang Kontes Robot Indonersia KRI Tingkat Wilayah 2021

Kamis, 23 September 2021 | 21:47 WIB
Kontes Robot Indonesia yang dilakukan secara daring dengan tuan rumah penyelenggara UGM (foto: ugm.ac.id)

 

TITIKTEMU.CO, Yogyakarta – 278 tim robot dari 107 perguruan tinggi di Indonesia, siap berkompetisi dalam ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Wilayah, yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Puspresnas Kemdibud Ristek).

Kompetisi secara daring ini dimulai 22 September hingga 1 Oktober 2021, dengan UGM sebagai tuan rumah penyelenggara. Sedangkan KRI Tingkat Nasional, pada 12-17 Oktober 2021.

KRI Wilayah dikelompokkan dalam dua bagian, yakni KRI Wilayah I dan KRI Wilayah II. KRI Wilayah I diikuti 140 tim mahasiswa dari 54 perguruan tinggi di wilayah Indonesia bagian Barat. Sedangkan KRI Wilayah II, diikuti 138 tim mahasiswa dari 53 perguruan tinggi di wilayah Indonesia bagian Timur.

Baca Juga: Tim Indonesia Bertekad Rebut Piala Thomas & Piala Uber yang Lama Tak Kembali ke Tanah Air

Koordinator Pokja Dikti Puspresnas, Rizal Alfian, M.A., menyatakan KRI merupakan kontes robotika tahunan untuk memfasilitasi minat, ide serta kreativitas mahasiswa dalam bidang teknologi robotika.

Diharapkan, nantinya mahasiswa tak hanya bersemangat mengembangkan robot untuk kontes robot. Namun, juga memiliki semangat juang dalam memberikan solusi terhadap problematika di masyarakat.  

“KRI ini, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki segudang talenta di bidang robotika. Harapannya ke depan, hasilnya bisa digiring ke industri sehingga bisa memberikan manfaat dan menawarkan solusi terhadap persoalan di  masyarakat melalui robot dan teknologi,” ujar Rizal (23/9) saat membuka KRI 2021 di Grha Sabha Pramana UGM.

Baca Juga: Pesawat Sempat Gagal Mendarat, Tim Piala Sudirman Indonesia Selamat Tiba di Finlandia

Pembukaan Kontes Robot Indonesia 2021 di Grha Saba Permana, UGM Yogyakarta (foto: ugm.ac.id)

Menurut salah satu dewan juri KRI, Prof. Dr. Eng.Drs. Benyamin Kusumoputro, M.Eng., tahun 2021 menjadi tahun kedua penyelenggaraan KRI secara daring.  

“Ada dua tantangan utama yang harus dihadapi dalam pelaksanaan KRI daring, yakni fairness dan fairplay. Fairness berarti semua tim memiliki kemampuan teknologi dan infrastruktur yang sama. Sedangkan fairplay, yaitu tim yang berkontes bisa bermain dengan jujur.

Benyamin mengatakan melaksanakan kompetisi daring secara fairness terbilang sulit, karena terdapat ketidaksamaan infrastruktur di setiap wilayah Indonesia. Misalnya, terkait persoalan jaringan, seperti bila terjadi delay. Di pulau Jawa, biasanya berlangsung 3-5 detik, tetapi di luar Jawa, delay terjadi lebih dari 10 detik.

“Perbedaannya, kelihatannya sedikit tidak masalah, tetapi karena kompetisi berlangsung secara real time, maka perbedaan delay itu jadi persoalan,” sebutnya.

Terkait kerusakan jaringan akibat putusnya kabel laut, Benyamin mengatakan ada perubahan proses penjurian. Penilaian akan dilakukan dengan mengambil rata-rata nilai dari beberapa kali pertandingan.

Halaman:

Tags

Terkini