TITIKTEMU.CO-Mimpi kuliah di ITB bagi Farhan Elsano Chaniago dulu terasa seperti sesuatu yang terlalu jauh untuk disentuh. Kini, mahasiswa yang tumbuh dari keluarga sederhana itu justru meninggalkan kampus dengan IPK 3,98, predikat summa cumlaude, dan tiket menuju pengalaman akademik di Korea Selatan.
Farhan baru saja menyelesaikan pendidikan di Program Studi Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia bahkan terpilih sebagai valedictorian, gelar bagi lulusan berprestasi yang mendapat kesempatan menyampaikan pidato dalam acara wisuda.
Kisah tersebut menjadi semakin menarik karena Farhan bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya bekerja sebagai sopir truk, sementara Farhan sendiri menempuh pendidikan dengan dukungan beasiswa KIP Kuliah.
Baca Juga: Kisah Inspiratif: Anak Tukang Tambal Ban Jadi Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 3,87
Ayah Sopir Truk yang Jadi Guru Kehidupan
Di balik pencapaian akademiknya, ada sosok Aguswandi, ayah Farhan, yang setiap hari bekerja di balik kemudi truk.
Dalam pidato wisuda pada 27 Agustus 2026, Farhan bercerita tentang ayahnya sebagai sosok yang tidak banyak bicara. Namun, justru dari kesederhanaan itu ia belajar tentang kerja keras dan ketekunan.
Sang ayah menjalani perjalanan panjang untuk mencari nafkah, melewati panas dan jalanan hingga malam. Pekerjaannya mungkin tidak terdengar glamor, tetapi bagi Farhan, perjuangan tersebut menjadi pelajaran hidup yang jauh lebih berharga daripada sekadar teori di ruang kelas.
Ibunya pun selalu menyelipkan doa agar kehidupan Farhan kelak lebih baik. Ada pula doa sang nenek yang berharap cucunya berhasil dan mampu mengangkat derajat keluarga.
Doa-doa itu akhirnya menemukan bentuknya di kampus.
IPK 3,98 dan Jadi Valedictorian
Farhan tercatat sebagai penerima KIP Kuliah selama menempuh pendidikan di ITB. Meski memiliki keterbatasan ekonomi, prestasinya justru menempatkannya di antara lulusan terbaik.
Baca Juga: Ucapan Hari Buruh 2026: Quote Inspiratif May Day untuk Media Sosial
Dosen ITB Imam Santoso mengungkapkan bahwa Farhan lulus dengan predikat summa cumlaude dan terpilih sebagai valedictorian dalam Wisuda Agustus ITB sesi pertama.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak selalu menjadi garis akhir bagi seseorang. Bagi Farhan, mungkin justru dari sanalah motivasi untuk terus belajar tumbuh.