pendidikan

Apa Itu Inner Child dan Kenapa Ia Bisa Sabotase Cara Kamu Mengasuh Anak?

Minggu, 28 Juni 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi Apa itu inner child? Kenali dampaknya pada parenting (Pinterest @tamia)

Terobsesi Menjadi Orang Tua Sempurna

Inner child yang pernah merasa kurang dihargai sering membuat seseorang berusaha menjadi orang tua yang sempurna.

Baca Juga: Viral 'Kutukan Gocap' GOTO Kembali Jadi Sorotan, Investor Berkelakar: Wariskan Saja ke Anak

Mereka takut membuat kesalahan, merasa bersalah berlebihan, dan terus-menerus mempertanyakan keputusan parenting yang diambil. Ironisnya, tekanan untuk selalu sempurna justru dapat membuat orang tua lebih mudah stres dan kelelahan secara emosional.

Tanda Inner Child Sedang "Mengambil Alih"

Reaksi Lebih Besar dari Situasi

Jika respons emosional terasa tidak sebanding dengan kejadian yang terjadi, itu bisa menjadi sinyal bahwa luka lama sedang terpicu.

Merasa Sangat Tersinggung oleh Perilaku Anak

Baca Juga: 7 Kalimat yang Terdengar Biasa Tapi Merusak Kepercayaan Diri Anak Seumur Hidup, Orang Tua Wajib Waspada

Anak yang menolak arahan atau tidak mendengarkan bisa memunculkan perasaan ditolak yang sebenarnya berasal dari pengalaman masa lalu, bukan dari perilaku anak itu sendiri.

Sulit Memisahkan Masa Lalu dan Masa Kini

Orang tua sering tanpa sadar melihat dirinya sendiri dalam diri anak. Akibatnya, mereka berusaha memperbaiki masa kecilnya melalui anak, bukan mendampingi anak sesuai kebutuhan yang sebenarnya.

Cara Mulai Menyembuhkan Inner Child untuk Parenting yang Lebih Sehat

Menyembuhkan inner child bukan berarti menyalahkan orang tua kita atau mengungkit masa lalu tanpa henti. Tujuannya adalah memahami mengapa kita bereaksi seperti sekarang.

Baca Juga: Kenapa Anak-anak Nggak Perlu Tinggal di Kota Besar untuk Sukses — Tren 2026 Membuktikan

Mulailah dengan mengenali pemicu emosi, menulis jurnal, berbicara dengan pasangan, atau mencari bantuan profesional jika diperlukan. Semakin sadar seseorang terhadap luka masa kecilnya, semakin kecil kemungkinan luka tersebut diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pada akhirnya, parenting bukan hanya tentang membesarkan anak. Ia juga menjadi perjalanan mengenal diri sendiri. Kadang, untuk memahami anak dengan lebih baik, kita perlu terlebih dahulu mendengarkan bagian kecil dalam diri yang selama ini belum benar-benar didengar.***

Halaman:

Tags

Terkini