Pertamina Pride Masih Terjebak di Hormuz, Ada Apa di Balik Upaya Pemulangannya yang Tak Kunjung Tuntas?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:44 WIB
Nasib Pertamina Pride di Selat Hormuz masih jadi sorotan (Dok. Pis)
Nasib Pertamina Pride di Selat Hormuz masih jadi sorotan (Dok. Pis)

TITIKTEMU.CO-Satu kapal berhasil keluar, tetapi satu kapal lain masih belum bisa bernapas lega. Di tengah meredanya ketegangan kawasan Timur Tengah, nasib supertanker Pertamina Pride masih menjadi tanda tanya besar.

Perhatian publik kembali tertuju ke Selat Hormuz setelah kapal tanker Gamsunoro milik Pertamina berhasil melintasi jalur strategis tersebut. Namun keberhasilan itu belum otomatis membuka jalan bagi Pertamina Pride yang hingga kini masih menghadapi tantangan serupa.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proses pemulangan kapal pengangkut minyak mentah tersebut tetap berjalan. Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak ada pembahasan khusus yang dilakukan secara intensif terkait kapal itu.

Baca Juga: Agent Kim Reactivated, Drama Korea yang Membuktikan Ayah Biasa Bisa Jadi Senjata Paling Berbahaya

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa upaya untuk mengeluarkan kapal dari area yang terdampak konflik sebenarnya sudah dilakukan sejak ketegangan militer mulai meningkat di kawasan tersebut.

Artinya, proses yang berlangsung saat ini bukan langkah darurat yang baru dimulai setelah kondisi membaik. Pertamina sudah lebih dulu menyiapkan berbagai strategi agar kapal bisa keluar dengan aman dari wilayah yang selama beberapa waktu menjadi salah satu titik paling sensitif di dunia.

Menurut Laode, perkembangan penanganan kapal terus dilakukan oleh pihak Pertamina. Namun pemerintah tidak melakukan pemantauan khusus setiap saat karena proses operasional sepenuhnya berada dalam koordinasi perusahaan.

Situasi ini menunjukkan bahwa jalur pelayaran internasional masih menghadapi tantangan meski kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mulai membuka harapan baru. Di atas kertas, ketegangan memang berkurang. Namun di lapangan, risiko terhadap kapal-kapal komersial belum sepenuhnya hilang.

Baca Juga: Slow Living Bukan Tren — Ini Kota yang Sudah Lama Menjalaninya

Selat Hormuz sendiri bukan perairan biasa. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut merupakan salah satu urat nadi perdagangan energi dunia. Sebagian besar pengiriman minyak global melewati kawasan ini setiap hari.

Karena itulah setiap gangguan yang terjadi di sana langsung memicu kekhawatiran pasar internasional. Mulai dari kenaikan harga energi hingga terganggunya rantai pasok minyak mentah ke berbagai negara.

Dalam konteks Indonesia, keberadaan Pertamina Pride menjadi penting karena kapal tersebut mengangkut komoditas strategis yang berkaitan dengan kebutuhan energi nasional. Keterlambatan perjalanan tentu menjadi perhatian, meski pemerintah sejauh ini belum mengindikasikan adanya ancaman terhadap pasokan dalam negeri.

Sementara itu, sejumlah laporan internasional juga menunjukkan bahwa tingkat ancaman terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan Hormuz masih relatif tinggi. Beberapa otoritas pelayaran bahkan meningkatkan status kewaspadaan menyusul insiden yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Amanda Manopo Tak Lagi Diam, Beri Deadline 7 Hari untuk Penyebar Fitnah: Apa yang Terjadi Setelahnya?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X