Baca Juga: Menkes Budi Soroti Perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis: Sistem Harus Lebih Transparan
Efek Perundungan yang Sering Diabaikan
Menurut Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, efek perundungan tidak bisa dianggap sepele. Dalam jangka pendek, korban bisa mengalami insecure, kehilangan kepercayaan diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial.
Jika hal seperti ini dibiarkan, lanjut dia, kondisi ini dapat berkembang menjadi depresi berat atau keinginan mengakhiri hidup.
Diyah menyoroti fenomena baru di kalangan anak muda: korban perundungan dari Generasi Z cenderung melukai diri sendiri, sementara Generasi Alpha yang lebih muda justru melawan balik pelaku.
Ini menandakan sistem pendidikan belum berhasil menciptakan ruang yang aman dan empatik bagi semua.
“Selama masyarakat masih abai terhadap perilaku bullying dan masih menormalisasi tindakan diskriminatif, korban akan terus berjatuhan,” ujar Diyah.
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru Di Yogya , Tidak Ada Kegiatan Perundungan Dan Perpeloncoan
Empati dan Perubahan Budaya
Peneliti psikologi sosial Universitas Indonesia (UI), Wawan Kurniawan, menilai akar masalah terletak pada budaya sosial yang terlalu menuntut keseragaman.
“Kita dibentuk untuk melihat apa yang dianggap ‘normal’, dan ketika ada yang berbeda, ia mudah menjadi sasaran,” jelasnya.
Wawan berharap kasus Timothy menjadi titik balik bagi dunia pendidikan untuk membangun budaya empati dan penghargaan terhadap perbedaan.
Dia menekankan pentingnya peran Satgas, dosen, dan organisasi mahasiswa dalam menciptakan lingkungan yang benar-benar inklusif.
Harapan dari Pemerintah
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, sudah menginstruksikan Rektor Unud untuk membentuk tim investigasi independen.