Mereka juga berjanji akan segera memproses letter of guarantee atau letter of sponsorship bagi para penerima beasiswa yang telah mendapatkan LoA.
"Komunikasi akan terus dijaga agar program BIM 4 tetap berlanjut dan anak-anak bisa mendapatkan hak mereka," ujar Henry Togar.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan BIM 4 adalah koordinasi antara berbagai lembaga.
Saat ini, persiapan BIM berada di bawah Pusat Prestasi Nasional yang tergabung dalam Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sedangkan pembiayaannya ada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca Juga: Sarkem Fest 2025 Tampilkan Kirab Gunungan Seribu Apem
Meski begitu, para orang tua tetap berharap agar program ini berjalan sesuai dengan janji awal pemerintah.
Sejumlah siswa telah mengorbankan kesempatan masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBP demi mengejar BIM 4.
Jika beasiswa ini dihentikan, mereka akan kehilangan kesempatan kuliah baik di dalam maupun luar negeri.
Salah satu orang tua, Hendra Yu Konsa Kondang, mengungkapkan bahwa anaknya telah menolak kesempatan masuk universitas melalui jalur SNBP demi BIM 4.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata Kuliner di Jogja Terbaru 2025 yang Mirip Kopi Klotok
Namun, ketidakjelasan pendanaan membuat mereka merasa kecewa.
"Anak saya sudah berusaha keras, mengikuti pelatihan dan seleksi selama setahun penuh. Sangat disayangkan jika di penghujung jalan semuanya justru menjadi tidak jelas," katanya.
Kelanjutan Beasiswa Indonesia Maju 4 masih menjadi tanda tanya besar bagi para siswa dan orang tua mereka.