pendidikan

Rip Current Ternyata Tak Hanya Terjadi Saat Cuaca Buruk, Ini 6 Mitos dan Fakta Tentang Rip Current

Jumat, 31 Januari 2025 | 20:30 WIB
Foto ilustrasi tanda rip current di pantai (unsplash.com/Anders Marloe)

Hambatan bawah air seperti itulah yang menghalangi ombak untuk kembali ke laut.

Tarikan arusnya ke arah laut juga bervariasi, terkadang arus rip berakhir tepat di luar garis pecahnya gelombang.

Namun di lain waktu, arus rip terus mendorong ratusan meter ke lepas pantai.

Baca Juga: Rekrutmen TNI AD Gelombang I Tahun 2025 Telah Dibuka: Jadwal, Syarat, dan Panduan Pendaftaran Lengkap

Ada beberapa mitos tentang rip current yang dipercaya oleh sebagian orang, namun rupanya justru beberapa mitos tersebut membahayakan.

Baik itu terkait sifat rip current, maupun cara penyelamatan yang malah berakibat fatal hingga memungkinkan menambah korban jiwa.

Rip current membahayakan untuk semua orang

Mitos: Seseorang yang jago renang bisa selamat dari rip current
Fakta: BMKG dan National Oceanic and Atmosphere mengungkapkan jika arus balik rip current ini bahkan membahayakan untuk perenang profesional hingga atlet renang sekalipun

Baca Juga: Beasiswa Bill Gates 2025 Dibuka: Kuliah S2-S3 Gratis di University of Cambridge dengan Tunjangan Rp 405 Juta

Arah terseretnya korban oleh arus rip current

Mitos: Rip current membuat orang tenggelam
Fakta: Arus dari rip current tidak menarik orang ke bawah, tapi membuat orang di atasnya berputar di area rip current atau menjauh dari bibir pantai, melewati ombak yang pecah

Penyelamatan yang salah

Mitos: Saling bergandengan tangan adalah penyelamatan yang efektif
Fakta: Membentuk rantai manusia dengan bergandengan tangan untuk saling menarik justru sangat berbahaya dan membuat risiko tenggelam atau jatuhnya lebih banyak korban.

Tanda-tanda rip current

Mitos: Rip current selalu terlihat
Fakta: Menemukan lokasi rip current akan terlihat jelas jika berada di tempat yang lebih tinggi dan beberapa tanda yang bisa diketahui seperti:

Halaman:

Tags

Terkini