pendidikan

DeepSeek vs ChatGPT, Persaingan AI Asal China versus AS di Dunia Kecerdasan Buatan. Siapa Lebih Unggul?

Jumat, 31 Januari 2025 | 06:00 WIB
Potret layanan AI buatan China, DeepSeek (kiri) dan AI asal Amerika Serikat, ChatGPT (kanan) (Instagram.com / @deepseek.ir - @chatgptricks)

Lantas, mengapa Trump begitu berambisi membawa perusahaan teknologi di AS mampu menandingi DeepSeek yang berasal dari China?

Baca Juga: Pendaftaran S1 Universitas Pertahanan 2025 Dibuka: Kuliah Gratis dan Lulus Berpeluang Langsung Berpangkat Letda

AI Buatan China dengan Modal Minim

Dalam kesempatan yang sama, Trump menuturkan layanan AI di AS pun dapat melakukan hal sama dengan DeepSeek, yakni tampil meyakinkan di pasar teknologi dengan modal yang dinilai kecil.

"Saya melihatnya sebagai hal positif karena Anda akan melakukan yang sama," tutur Trump.

"Sehingga tidak akan menghabiskan banyak uang dan semoga Anda akan mendapatkan hasil yang sama," tandasnya.

Pihak DeepSeek mengklaim, hanya menghabiskan 5,6 juta dolar AS atau Rp90,8 miliar untuk mendukung model dasar AI DeepSeek model R1.

Baca Juga: Jam Kiamat 2025 Menunjukkan 89 Detik Lebih Dekat dengan Kehancuran, Beberapa Pertanda Ini Dianggap Masuk Akal

DeepSeek Baru Lahir Satu Tahun Lalu

Bagi yang belum tahu, DeepSeek berdiri pada tahun 2024 oleh pengusaha asal China, Liang Wenfeng.

DeepSeek menjadi salah satu dari sejumlah perusahaan rintisan yang muncul dalam beberapa tahun terakhir dan berupaya mencari investasi besar untuk mengembangkan AI di pasar global.

Di sisi lain, DeepSeek meluncurkan berbagai model AI kompetitif selama setahun terakhir yang telah menarik perhatian industri teknologi internasional.

Berkaca dari hal itu, terdapat kelebihan dan kekurangan yang dimiliki DeepSeek dan ChatGPT bagi para pengguna. Berikut ini di antaranya:

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Beasiswa untuk Mahasiswa Berprestasi di Jabar

DeepSeek Lebih Sensitif Ketimbang ChatGPT

Halaman:

Tags

Terkini