TITIKTEMU.CO-Di tangan seorang seniman, tradisi sederhana bisa berubah menjadi karya yang menyentuh hati dan menggugah pikiran.
Angela Sunaryo, mahasiswa Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), membuktikan hal itu lewat karyanya yang berjudul “Kerokan”.
Lewat karya ini, ia berhasil meraih penghargaan di ajang bergengsi Basoeki Abdullah Art Award (BAAA) #5, Jumat (22/11/2024) di Galeri Nasional Indonesia.
Tradisi yang Mendalam
“Kerokan” bukan sekadar tentang ritual menggores kulit dengan koin untuk meredakan masuk angin.
Di tangan Angela, kerokan menjadi simbol luka batin dan perjuangan melawan tekanan sosial.
Bekas merah yang ditinggalkan setelah kerokan diibaratkan sebagai tanda perjuangan, ketahanan, dan keberanian seseorang untuk menghadapi luka emosionalnya.
Baca Juga: Titik Lokasi Tempat Nobar Timnas Indonesia vs Vietnam di Tangerang Selatan untuk Piala AFF 2024
Angela tidak hanya memvisualisasikan kerokan, tapi juga menambahkan elemen suara tradisional kenong.
Suara ini menciptakan suasana reflektif, membuat siapa pun yang melihat karyanya seolah diajak menyelami perjalanan melintasi batas budaya, sambil kembali merenungi makna dari ritual tradisional yang sering dianggap sepele.
“Saya ingin mengangkat sesuatu yang dekat dengan masyarakat kita, namun sering kali diabaikan maknanya. Kerokan adalah cerita tentang kita semua—tentang sakit, bertahan, dan bangkit,” ujar Angela saat ditemui di acara penghargaan.
Baca Juga: Kerin Wisudawati Keren dari UNDIP yang Borong Prestasi di Bidang Esai: Inspirasi Mahasiswa Masa Kini
Perjuangan di Balik Layar