Ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan fokus pada publikasi bisa menjadi jalur alternatif yang efektif," katanya.
Langkah Menuju Masa Depan
Dengan semangat yang diusung Zulfa, mahasiswa lain didorong untuk memanfaatkan kebijakan ini.
Fakultas Adab dan Humaniora, misalnya, telah menetapkan standar minimal publikasi di jurnal terakreditasi SINTA 6 bagi mahasiswa yang memilih jalur publikasi.
Ini adalah langkah strategis untuk mendukung diversifikasi karya tulis ilmiah dan meningkatkan kualitas lulusan.
Bagi mahasiswa yang berminat, Mukhtaruddin menyarankan agar segera berkonsultasi dengan dosen pembimbing sejak awal semester.
"Tidak perlu menunggu hingga akhir.
Proses ini bisa dipercepat dengan memilih dosen pembimbing yang sesuai bidang keahlian," jelasnya.
Baca Juga: Syed Saquib: Kisah Inspiratif Kandidat Doktor Termuda ITB, Lulus di Umur 25 Tahun
Inspirasi Bagi Generasi Muda
Zulfa Tuffahati adalah cerminan mahasiswa yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru.
Keberhasilannya menembus jurnal bereputasi internasional adalah bukti bahwa pendidikan tinggi bisa menjadi jembatan menuju kontribusi nyata bagi masyarakat global.
Bagi generasi muda, kisah ini adalah inspirasi bahwa sukses bisa dicapai dengan cara yang berbeda, asalkan ada semangat belajar, dedikasi, dan keberanian untuk mencoba hal baru.
Seperti yang ditunjukkan Zulfa, inovasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga cara pandang terhadap proses belajar itu sendiri.***