TITIKTEMU.CO-Dalam perjalanan akademik yang sering kali dianggap kaku, Zulfa Tuffahati, mahasiswa Ilmu Perpustakaan di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi adalah kunci sukses.
Zulfa berhasil menyelesaikan studinya tanpa menulis skripsi, melainkan melalui jalur publikasi ilmiah.
Pilihan ini bukan hanya mempercepat masa studinya—hanya tujuh semester—tetapi juga membawanya ke panggung akademik internasional.
Di bawah bimbingan Prof. Dr. Phil Abdul Manan, Zulfa menerbitkan artikel ilmiah di jurnal bereputasi, termasuk Jurnal Al Maktabah (SINTA 4) dan Jurnal Peuradeuen (Scopus Q1). Artikel lainnya, berjudul Reciting the Quran at Graves in the Acehnese Community, kini sedang dalam tahap peninjauan oleh Jurnal Islam Futura (Scopus Q1).
Baca Juga: Kerin Wisudawati Keren dari UNDIP yang Borong Prestasi di Bidang Esai: Inspirasi Mahasiswa Masa Kini
Keberanian Memilih Jalur Publikasi
Langkah Zulfa sejalan dengan kebijakan inovatif UIN Ar-Raniry, yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan tugas akhir melalui publikasi ilmiah, prototype, atau proyek tertentu.
Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Rektor Nomor 200 Tahun 2024, yang dirancang untuk mempercepat masa studi dan meningkatkan kontribusi ilmiah mahasiswa.
Menurut Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Nazaruddin, kebijakan ini memberikan peluang luas bagi mahasiswa untuk berinovasi.
"Ini adalah langkah strategis yang tidak hanya mempercepat studi, tetapi juga meningkatkan kualitas publikasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Inspirasi dari Perjalanan Zulfa
Zulfa tidak hanya sukses dalam akademik. Selama tiga tahun terakhir, ia aktif dalam berbagai penelitian yang didanai oleh DIPA UIN Ar-Raniry.
Hasil penelitiannya telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk karya bertema *Morality of the Political Process in Aceh Post-2005* dan *Reciting Qur’an in the Graveyard in Aceh*.
Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan, Mukhtaruddin, memuji semangat Zulfa. "Keberhasilan Zulfa menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat global.
Artikel Terkait
Kerin Wisudawati Keren dari UNDIP yang Borong Prestasi di Bidang Esai: Inspirasi Mahasiswa Masa Kini
HEBAT ! Alumnus UGM Ini Memilih jadi Penyuluh Pertanian di Daerah 3T
KEREN BANGET ! Delegasi FSP ISI Yogyakarta Raih Silver Award di 7th UKM Asean Art Festival
Kabar Gembira: Guru di Indonesia Berpeluang Mendapatkan 3 Tambahan Penghasilan, Simak Syarat dan Detailnya
Basuki Hadimuljono Terpilih jadi Ketum PP Kagama , Terbiasa Memimpin Alumni UGM Di Keluarga
WOW, Siswa MTsN 1 Baubau Juara Festival Film Pendek Madrasah Nasional 2024
Manusia Rp70 Triliun Ini Punya Aplikasi Desain Sederhana yang Bikin Orang Ketagihan Saat Mencobanya, Ini Dia Profilnya.