Sastra Jawa Masih Bertahan Dan Diminati Anak Muda, Ini Contohnya

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Sabtu, 19 Agustus 2023 | 16:00 WIB
Farranissa Adya Aznii (8)  asal Kemantren Mergangsan sedang  geguritan (Pemkot Yogyakarta)
Farranissa Adya Aznii (8) asal Kemantren Mergangsan sedang geguritan (Pemkot Yogyakarta)

TITIKTEMU.CO,  45 anggota kontingen Kota Yogyakarta yang akan berkompetisi pada Kompetisi Bahasa dan Sastra tingkat DIY tahun 2023 dikukuhkan Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo . Pengukuhan dilakukan dengan memakaikan topi kepada perwakilan anggota kontingen di Hotel Cavinton, Jumat (18/8).

Singgih Raharjo menyampaikan apresiasi dan rasa bangga dengan banyaknya anak-anak, remaja hingga dewasa yang melu handarbeni dan saiyeg saeka praya yang mengembangkan, melestarikan bahasa dan sastra Jawa melalui kegiatan Kompetisi Bahasa dan Sastra.  Melalui pelestarian bahasa dan budaya akan menjadi media untuk melatih generasi muda tentang adat, sopan santun dan etika.

 “Kurikulum Bahasa Jawa yang merupakan muatan lokal dari mulai tingkat SD sampai dengan menengah memang sudah diimplementasikan, tetapi bagaimana praktek sehari-harinya inilah yang kemudian untuk kita lihat bersama bagaimana pelestarian bahasa dan budaya membentuk etika dan sopan santun,” tuturnya.

Baca Juga: Lihat, Kompetisi Bahasa dan Sastra Jawa di Yogya, Ternyata Tak Pernah Sepi Peminat

Singgih juga menegaskan kejuaraan bukan tujuan utama, tetapi pointnya adalah menjadi  proses dalam pelestarian bahasa dan sastra dapat diimplementasikan sehari-hari. “Kalau di kompetisi itu mendapatkan juara adalah bonus. Kami sampaikan bahwa siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan bahasa dan sastra, karena ini adalah satu tantangan di mana sekarang ini pengaruh global cukup tinggi. Maka dari bahasa dan sastra Jawa ini yang kemudian harus terus kita glorakan dan terus dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari pasti itu akan juga mencerminkan budaya kita bagaimana kita beretika,” terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengungkapkan pada tahun 2021 dan 2022 lalu, Kota Yogyakarta berhasil meraih juara umum pada penyelenggaraan Kompetisi Bahasa dan Sastra tingkat DIY. Besar harapannya kepada kontingen bahasa dan sastra Kota Yogyakarta tahun 2023 untuk meraih juara umum.

“Kompetisi Bahasa dan Sastra ini merupakan kegiatan berjenjang yang dilaksanakan di Kota Yogyakarta hingga tingkat DIY. Peserta Kompetisi Bahasa dan Sastra tingkat DIY tahun 2023 berasal dari 14 kemantren se-Kota Yogyakarta yang telah mengikuti Kompetisi Bahasa dan Sastra tingkat Kota Yogyakarta di Taman Pintar pada 3 - 5 Juli 2023 lalu,” ungkapnya.

Baca Juga: Buku  Kiat Ahmad Tohari Lahirkan Novel Legendaris akan Diluncurkan di Glamping Sastra Indonesia 2022

Kontingen bahasa dan sastra Kota Yogyakarta tahun 2023 mengikuti tujuh jenis lomba yaitu Maca Cerkak, Maca Geguritan, Macapat, Alih Aksara, Sesorah, Panatacara dan Mendongeng. Lomba tersebut terdiri dari 15 jenis kategori yang terbagi dalam jenjang anak, remaja dan dewasa. 

Salah satu anggota kontingen termuda, Farranissa Adya Aznii (8) anak manis asal Kemantren Mergangsan mengaku menyukai geguritan saat masih sangat kecil. “Aku suka geguritan saat aku masih sangat kecil, aku latihannya kalau aku selo aja karna aku sibuk sekolah. Biasanya aku berlatih di depan kaca biar bisa melihat ekspresiku,” ceritanya dengan riang saat pengukuhan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Yogyakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X