Khutbah Jumat: Muhasabah Momen untuk Merefleksikan Diri di Tahun Baru 1445 Hijriah/2023 M

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Kamis, 20 Juli 2023 | 23:15 WIB
Teks khutbah Jumat Momen untuk Merefleksikan Diri di Tahun Baru 1445 Hijriah/2023 M. (Unsplash)
Teks khutbah Jumat Momen untuk Merefleksikan Diri di Tahun Baru 1445 Hijriah/2023 M. (Unsplash)

TITIKTEMU.CO, - Bulan Dzulhijjah baru saja kita tinggalkan. Saat ini kita telah berpindah memasuki tahun baru 1445 Hijriyah.

Perpindahan ini ditandai dengan pergantian dari bulan Dzulhijjah 1444 Hijriyah menuju bulan Muharram. Dalam bahasa Jawa disebut sebagai Bulan Besar ke bulan Muharram yang biasa disebut dengan bulan Syuro.

Pergantian tahun menjadi momen merefleksikan diri atau melakukan muhasabah terhadap apa yang sudah dilakukan, serta apa yang akan dilakukan pada tahun mendatang.

Baca Juga: Ketika Presiden Jokowi Berbagi Gulali

Pergantian ini menandakan saatnya jamaah terhadap perjalanan selama ini dan berubah dalam menghadapi perjalanan di waktu yang akan datang.

Khutbah Jumat ini mengingatkan kepada jamaah bahwa dalam masa ini sudah akan dimulai perpindahan waktu di tahun hijriah.

Khutbah Jumat Bulan Muharram ini ditulis oleh H Muhammad Faizin, Sekretaris MUI Provinsi Lampung, dikutip dari NU Online.

Baca Juga: Malam 1 Suro , Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta. Lima Kebo Bule jadi Cucuk Lampah

Khutbah ini sangat relevan untuk disampaikan pada hari Jumat pertama di bulan Muharram 1445 Hijriyah, sebagai bahan melakukan muhasabah bertepatan dengan momen tahun baru.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Maasyiral Muslimin jamaah Jumat rahimakumullah,

Menjadi sebuah kewajiban bagi kita sebagai hamba Allah untuk senantiasa mengungkapkan rasa syukur kita biqauli Alhamdulillahirabbilalamin atas anugerah berbagai kenikmatan yang tak bisa kita hitung satu persatu ini. Nikmat yang telah kita nikmati dalam kehidupan selama ini harus menjadikan kita pribadi yang pandai bersyukur dan pandai berterima kasih. Dengan sikap ini, insyaallah nikmat ini akan terus bisa kita nikmati dan lebih dari itu akan senantiasa ditambah oleh Allah. Sebagaimana firmannya:

لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X