Khutbah Jumat: Haji Wada’ Rasulullah dan Pesan Persatuan

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Kamis, 13 Juli 2023 | 21:15 WIB
Jamaah haji berkumpul bersatu melaksanakan Wukuf di Arafah. Ilustrasi (Shutterstock)
Jamaah haji berkumpul bersatu melaksanakan Wukuf di Arafah. Ilustrasi (Shutterstock)

TITIKTEMU.CO, - Momen pemulangan jamaah haji yang sedang berlangsung saat ini mengingatkan kita pada peristiwa bersejarah Haji Wada’ di zaman Rasulullah.

Sebuah momen bersejarah yang menjadi bukti kesuksesan dakwah Rasulullah saw di tanah Arab. Naskah khutbah ini mengingatkan kita tentang peristiwa Haji Wada’.

Pada peristiwa agung ini umat Muslim bersatu di kota Makkah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Khutbah yang ditulis Muhamad Abror, dikutip dari NU Online, ini sangat relevan untuk disampaikan bertepatan dengan momen mulai kembalinya jamaah haji Indonesia ke Tanah Air setelah rampung menyelasaikan rangkaian ibadah haji.

Baca Juga: BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi di Laut Selatan Jawa Barat hingga DIY, 13-14 Juli 2023

Khutbah I

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah

Takwa merupakan bekal terbaik untuk meraih kebahagiaan abadi di dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, khatib mengawali khutbah Jumat ini dengan wasiat takwa. Marilah kita semua selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Ma’asyiral muslimin a’azzakumullah

Sejak beberapa waktu lalu jamaah haji Indonesia mulai kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan serangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kini, umat Muslim yang telah diberi anugerah agung bersimpuh di hadapan Ka’bah ini sudah menjadi pribadi yang lebih mapan secara religius karena telah menyempurnakan semua rukun Islam yang ada lima sebagaimana ditegaskan Rasulullah saw,

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ . رواه البخاري و مسلم

Artinya: "Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu persaksian bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X