Sedang Haid,  Bolehkah Jemaah Haji Melaksanakan Wukuf?

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Minggu, 25 Juni 2023 | 12:33 WIB
Bolehkah Jemaah Haji yang sedang Haid Melaksanakan Wukuf?  (MCH 2022)
Bolehkah Jemaah Haji yang sedang Haid Melaksanakan Wukuf? (MCH 2022)

TITIKTEMU.CO, - Ibadah haji tidak dapat dilepaskan dari kegiatan wukuf, yaitu berdiam (hadir) di padang Arafah mulai dari tergelincirnya matahari tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbitnya fajar shadiq hari Nahar.

Haji tidaklah sah jika tanpa ke Arafah, sehingga wukuf menjadi bagian sentral ibadah haji yang diwajibkan sekali dalam seumur hidup itu.

Sementara itu suci dari hadats kecil dan besar merupakan bagian dari adab dan keutamaan saat jemaah haji melksanakan wukuf. Lantas wanita yang sedang datang bulan atau haid boleh melaksanakan wukuf?

Baca Juga: Tuntas, Kloter Terakhir Jemaah Haji Indonesia Tiba di Makkah

Berikut penjelasan Ustadz M. Mubasysyarum Bih, Wakil Ketua LBM PWNU Jawa Barat dan Dewan Pembina Pondok Pesantren Raudlatul Quran, Geyongan, Arjawinangun, Cirebon, yang dikutip dari NU Online.

Wukuf di Arafah termasuk rukun haji berdasarkan riwayat Abdurrahman al-Daili:

   أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحَجُّ عَرَفَاتٌ فَمَنْ أَدْرَكَ عَرَفَةَ قَبْلَ أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْحَجَّ  

"Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda; Haji itu  adalah wukuf di Arafah, maka barang siapa yang telah melakukan wukuf di Arafah sebelum terbit fajar, maka ia sungguh telah menjalankan haji" (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan lainnya, hadits sahih).

Dalam redaksi “al-Hajju Arafat” Syekh Muhammad Abdurrahman al-Mubarakfauri memberi penjelasan:

قَوْلُهُ (الْحَجُّ عَرَفَاتٌ) أَيْ مِلَاكُ الْحَجِّ وَمُعْظَمُ أَرْكَانِهِ وُقُوفُ عَرَفَاتٍ لِأَنَّهُ يَفُوتُ بِفَوَاتِهِ  

“Haji itu adalah Arafat, maksudnya bagian sentral haji atau rukun-rukun haji yang paling agung adalah wukuf di padang Arafah, karena haji menjadi hilang (batal) dengan hilangnya wukuf (Syekh Muhammad Abdurrahman al-Mubarakfauri, Tuhfah al-Ahwadzi, juz 8, hal. 253).  

Baca Juga: Hukum Penyembelihan Kurban Diwakilkan Panitia. Begini penjelasannya

Sebelum wukuf, disunnahkan mandi terlebih dahulu, sebab Ibnu Umar saat hendak berangkat menuju Arafat mandi terlebih dahulu. Alasan lain wukuf merupakan ibadah yang bersentuhan dengan perkumpulan banyak orang, sehingga disyariatkan mandi terlebih dahulu seperti ibadah Jumat dan shalat hari raya yang dihadiri oleh banyak orang.

Disunnahkan pula memperbanyak doa saat wukuf, yang paling utama adalah membaca doa Nabi riwayat Thalhah bin Abdillah:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X