Baca Juga: Anak Generasi Alpha Tidak Butuh Lebih Banyak Aturan — Mereka Butuh Ini
Jangan Bikin Anak Takut untuk Bertanya
Ini bagian yang sering luput. Jika setiap pertanyaan tentang seks dibalas dengan marah, panik, atau ceramah panjang, anak bisa belajar satu hal: topik ini tidak aman dibicarakan dengan orang tua.
AAP menyarankan percakapan yang terbuka dan tidak menghakimi. Orang tua dapat menggunakan konten yang muncul di media sebagai pintu masuk pembicaraan, bukan langsung menghukum anak karena melihatnya.
Misalnya, ketika muncul video tentang pacaran atau tubuh, cukup bertanya, “Menurut kamu, yang dibicarakan di video itu benar nggak?” Dari sana, obrolan bisa berkembang secara alami.
Baca Juga: Troy Pantouw Juru Bicara Otorita IKN Meninngal Dunia? Penyebab dan Profil Kariernya
Yang Perlu Diajarkan Bukan Cuma “Seks”
Anak juga harus tahu bahwa internet punya konsekuensi nyata. Foto yang dikirim kepada orang lain dapat disimpan, disebarkan, atau digunakan tanpa persetujuan.
UNICEF Indonesia mengingatkan bahwa unggahan, komentar, dan aktivitas online meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus.
Jadi, sebelum algoritma menjadi “guru” pertama anak tentang seks, orang tua sebaiknya mengambil kursi itu lebih dulu.
Bukan untuk memberikan ceramah. Cukup hadir sebagai orang yang bisa ditanya tanpa membuat anak merasa malu.***
Artikel Terkait
Liverpool FC Tunjukkan Dukungan Terhadap LGBT dengan Progress Pride Flag di Instagram?
Lowongan Kerja RSUD Pasar Rebo Dibuka, Perawat D3 Bisa Coba Sebelum 28 Juli!
Troy Pantouw Juru Bicara Otorita IKN Meninngal Dunia? Penyebab dan Profil Kariernya
Bukan Sekadar Penjahat: Trailer Avengers: Doomsday Bongkar Masa Lalu Doctor Doom
Tamat dengan Rating 23 Persen, Agent Kim Reactivated Bikin Drakor Lain Susah Bernapas
LINK Download MB WhatsApp iOS 9.52 Update New Version APK Apakah Aman? Ketahui Perbedaanya dengan WA Meta 2026
Ending Agent Kim Reactivated Bikin Penasaran: Manajer Kim Selamat, Tapi Muncul Musuh Baru!