Rudy mengaku banyak mendapat dorongan dari para dosen dan rekan mahasiswa yang membuatnya tetap konsisten hingga meraih gelar doktor.
Pesan Rudy untuk Generasi Muda
Bagi Rudy, ilmu adalah tanggung jawab sosial. “Ilmu itu tidak ada gunanya kalau tidak dibagikan.
Semoga apa yang saya pelajari bisa membantu banyak rumah sakit dan perusahaan di Indonesia,” ungkapnya.
Ia pun menitipkan pesan untuk generasi muda:
“Seluruh sarjana S1 ITB, 50% harus jadi master. Dari yang master, 50% lagi harus jadi doktor. Bukan untuk kebanggaan pribadi, tapi untuk Indonesia.”
Wisuda Rudy menjadi pengingat bahwa semangat menuntut ilmu tak mengenal batas usia.
Dari ruang kelas hingga panggung wisuda, kisah inspiratif ini menegaskan bahwa dedikasi, ketekunan, dan kepedulian terhadap sesama bisa menjadi bekal terbaik dalam hidup.***
Artikel Terkait
Anak Pedagang Nasi Goreng Asal Pandeglang Diterima di Harvard: Kisah Inspiratif Muhamad Yani
Kisah Inspiratif dr. Dara Ayu Panjaitan: Alumni MAN Asahan Menggapai Cita-cita Menjadi Dokter lewat Perjalanan Panjang
Kisah Inspiratif Muamar Leonardo, Lulusan Pascasarjana yang Kembali ke Desa dan Menata Harapan Lewat Agroforestri
Dari Dapur Hajatan ke Bangku ITB: Kisah Inspiratif Naufal, Anak Tukang Masak di Pamanukan
Kisah Inspiratif Emir, Lulusan UMY yang Berhasil Raih Beasiswa LPDP untuk S2 di Harvard
Kisah Inspiratif Viral Anak Penjual Es Keliling Lolos ITB, Rumah Penuh Piala
Kisah Inspiratif: Fatimah Azzahra, Anak Yatim Piatu Lolos FKH UGM Beasiswa 100%
Kisah Inspiratif dan Mengharukan Dea, Anak Nelayan Asal Bali Lolos ITB: Rumah Sederhana Penuh Piala, Semangat Besar Gapai Mimpi
Kisah Inspiratif Alief Fauzan, Mahasiswa ITB Merajut Koneksi Tanpa Batas