TITIKTEMU.CO, Universitas Gadjah Mada berkomitmen untuk bisa membantu para mahasiswa agar tidak merasa kesulitan dalam melanjutkan ataupun menyelesaikan studinya.
Kagama Golf Club (KGC), komunitas alumni pecinta olahraga Golf, tergerak untuk ikut membantu mahasiswa dari mahasiswa dalam bentuk bantuan peminjaman 40 laptop pada mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi melalui Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) UGM.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., mengapresiasi bantuan para alumni yang tergabung dalam Kagama Golf Club dalam membantu mahasiswa. Ia mengharapkan mahasiswa memanfaatkan sebaik mungkin bantuan tersebut agar mempercepat studi di UGM. “Ada 40 unit pinjaman laptop dari KGC yang diberikan kepada kami. Jadi sekarang total ada 112 unit laptop yang bisa dipinjam oleh teman-teman mahasiswa yang membutuhkan,” ujar Arie.
Baca Juga: Walau Aktif Berorganisasi , Lintang Berhasil Lulus Sarjana Tercepat di UGM
Arie juga berharap agar mahasiswa UGM dapat melaksanakan studinya tanpa adanya hambatan dan durasi peminjaman berlangsung selama 6 bulan. “Jadi, manfaatkan kesempatan dan bantuan dari para alumni ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas akademik teman-teman dan saya berharap teman-teman mahasiswa bisa menjalani kuliah dengan senang hati,” katanya.
Lintang Kirana Ratri, mahasiswa dari prodi Gizi FK-KMK UGM, angkatan 2021, salah satu penerima bantuan pinjaman laptop mengaku bersyukur dan berterimakasih kepada KGC dan Ditmawa UGM atas kesempatan yang telah diberikan kepadanya dan teman-teman yang membutuhkan laptop dalam membantu penulisan tugas akhir.
Menurutnya, program ini sangat membantu mahasiswa dalam menunjang kegiatan perkuliahan seperti tugas-tugas akademik dan juga tugas akhir. “Bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi kami, sehingga harapannya ke depannya program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Lintang.
Artikel Terkait
Kategori Ujian Mandiri Tertulis UGM 2025 Disederhanakan, Seperti Apa Perubahannya?
Kisah Haru Seorang Ayah Mertua Yang Hadir Di Wisuda Menantunya di UGM Dengan Kostum Tradisional Ledhek Gogik.
Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Siti Fadila Jadi Wisudawan S2 Termuda UGM
Raih Gelar Doktor Tercepat, Dewi Agustiningsih Catat Sejarah di UGM di Usia 26 Tahun