Anak Pedagang Nasi Goreng Asal Pandeglang Diterima di Harvard: Kisah Inspiratif Muhamad Yani

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 15 April 2025 | 15:30 WIB
Ilustrasi Muhamad Yani pemuda dari desa kecil di Banten berhasil diterima kuliah S2 di Harvard Universu (Lpdp)
Ilustrasi Muhamad Yani pemuda dari desa kecil di Banten berhasil diterima kuliah S2 di Harvard Universu (Lpdp)

Baca Juga: Tien Cakes and Cookies Makin Berkembang Berkat Pemberdayaan BRI

Selain itu, gerakan Duta Inisiatif Indonesia yang ia prakarsai telah menjangkau 41.000 lebih anak muda di 34 provinsi untuk terlibat dalam isu pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

Inovasi Herbal yang Mendunia: Ecobestea

Tak hanya di bidang pendidikan, Yani juga menunjukkan bakatnya dalam inovasi.

Pada tahun 2022, ia menciptakan produk teh herbal bernama Ecobestea yang diformulasikan untuk meningkatkan fungsi otak dan daya tahan tubuh secara alami.

Baca Juga: Link Video Viral Elga TikTok 5 Menit 44 Detik dari Puruk Cahu: Cek Isi Konten dan Dampaknya

Produk ini berhasil meraih Medali Perak dalam ajang pameran inovasi internasional di Kroasia—mengangkat nama Indonesia melalui potensi tanaman lokal.

Bersiap ke Harvard, Ikuti Fellowship Prestisius YSEALI

Sebelum memulai studi S2 di Harvard Graduate School of Education untuk program Human Development and Education pada Juni 2025, Yani akan lebih dulu menjalani YSEALI Academic Fellowship Program yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Program tersebut akan berlangsung dari 17 April hingga 22 Mei 2025 di Northern Arizona University.

Baca Juga: Jadwal Pencairan BPNT Solo, Karanganyar, Sragen dan Wonogiri Bulan April 2025, Kapan Dana Cair?

Di sana, Yani akan bergabung dengan para pemuda terpilih dari Asia Tenggara untuk mendalami isu sosial, berbagi ide, dan mengembangkan proyek sosial berbasis komunitas yang bisa diterapkan di Indonesia.

Mewakili Harapan Ribuan Anak Desa

Dengan pencapaiannya ini, Muhamad Yani tercatat sebagai putra pertama dari Kabupaten Pandeglang yang diterima di Harvard University.

Namun baginya, ini bukan sekadar prestasi pribadi. Ia membawa harapan ribuan anak desa yang ingin memiliki kesempatan yang sama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: @muhamadyani070901

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X