Informasi Lengkap Beasiswa S2 Khusus Perempuan 2025: Cakupan, Syarat, dan Program Studi

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 23 Januari 2025 | 19:00 WIB
Beasiswa S2 khusus Perempuan program dari Queen Mary University of London Scholarships  dan British Council Scholarships (@entrepreneurship_kids)
Beasiswa S2 khusus Perempuan program dari Queen Mary University of London Scholarships dan British Council Scholarships (@entrepreneurship_kids)

2. Kewarganegaraan: Pemegang paspor dan penduduk tetap Indonesia, Myanmar, Filipina, atau Thailand.

3. Pendidikan: Telah menyelesaikan gelar sarjana pada saat mengajukan permohonan.

4. Kebutuhan Finansial: Menunjukkan bahwa beasiswa ini diperlukan untuk mendukung pendidikan mereka.

5. Pengalaman Kerja atau Minat: Memiliki pengalaman di bidang STEM atau terbukti berminat di program yang dilamar.

Baca Juga: Resmi dari Pemerintah: Jadwal Sekolah Bulan Ramadan dan Libur Idul Fitri 2025

6. Kemampuan Bahasa Inggris: Memenuhi standar akademik dan bahasa Inggris yang ditentukan, dengan batas pemenuhan persyaratan hingga 1 Agustus 2025.

7. Kewajiban Pasca-Studi: Bersedia kembali ke negara asal setidaknya selama dua tahun setelah menyelesaikan studi.

8. Pembatasan Studi di Inggris: Tidak pernah menempuh pendidikan tinggi di Inggris sebelumnya.

9. Rencana Masa Depan: Menunjukkan rencana kontribusi dalam pengembangan kapasitas, kemajuan sosial-ekonomi, dan pemberdayaan perempuan di bidang STEM.

Pendaftar juga harus mengunggah formulir aplikasi British Council yang telah diisi melalui portal online resmi.

Baca Juga: Daftar 10 Kampus Penerima Beasiswa Unggulan Bank Indonesia Tahun 2025: Simak Syarat Ketentuan hingga Jenis Program Beasiswa

Program Studi yang Tersedia

Terdapat 10 program studi yang dapat dipilih di Queen Mary University of London, di antaranya:

1. MSc Keanekaragaman Hayati dan Konservasi

2. MSc Teknik Biomedis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: british council

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X