Ngobrol Bareng Anak Tanpa Dapat Jawaban ‘Hmmm’: Seni Komunikasi Asyik

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 29 Desember 2024 | 07:30 WIB
Seni komunikasi anak dan orang tua agar terjalin hubungan yang sehat (@psych_central)
Seni komunikasi anak dan orang tua agar terjalin hubungan yang sehat (@psych_central)

Hindari pertanyaan yang jawabannya bisa hanya "ya" atau "tidak."

Misalnya, daripada bertanya, “Kamu sudah makan?” cobalah, “Makanan apa yang paling kamu suka hari ini?” atau “Ceritakan hal paling lucu yang terjadi di sekolah.”

Pertanyaan terbuka mengundang anak untuk berpikir dan berbicara lebih banyak.

Selain itu, ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar ingin tahu tentang apa yang mereka alami, bukan sekadar basa-basi.

Baca Juga: Mengelola Konflik Keluarga dengan Komunikasi yang Efektif

Jadilah Pendengar Aktif

Anak-anak bisa merasakan apakah Anda benar-benar mendengarkan atau hanya setengah hati.

Jadi, ketika mereka mulai berbicara, tinggalkan ponsel, alihkan perhatian, dan dengarkan dengan sepenuh hati.

Cobalah untuk tidak langsung memberi solusi atau menghakimi.

Terkadang, anak hanya ingin didengar, bukan dinasihati.

Anda bisa merespons dengan kalimat seperti, “Wah, itu menarik! Lalu apa yang kamu lakukan?” atau “Aku bisa paham kenapa kamu merasa begitu.”

Baca Juga: Lirik Lagu Sigar Denny Caknan feat Jasun Biber dan Eri Pras Kembali Trending Nomor 1 di YouTube Musik

Ciptakan Momen Ngobrol yang Santai

Beberapa anak merasa sulit berbicara di bawah tekanan.

Daripada mengadakan “sesi tanya-jawab formal,” coba ngobrol saat suasana santai, misalnya saat makan malam, berkendara, atau sebelum tidur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X