AI Jadi Tren Baru Kampanye Politik?

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Sabtu, 7 September 2024 | 06:25 WIB
Ilustrasi AI untuk kampanye politik. (Unsplash.com/@AndreaDeSantis)
Ilustrasi AI untuk kampanye politik. (Unsplash.com/@AndreaDeSantis)

Salah satu kandidat presiden yang gencar berkampanye menggunakan teknologi AI adalah Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 lalu.

Pasangan calon ini meluncurkan foto dan video AI yang merepresentasikan muka Prabowo dan Gibran yang serupa dengan anak kecil.

Potret AI Prabowo-Gibran dalam kampanye Pilpres 2024
Potret AI Prabowo-Gibran dalam kampanye Pilpres 2024 (YouTube.com/@RichardJersey)


Model foto serta video yang dihasilkan dari AI ini semakin menunjukkan citra ‘gemoy’ yang menggemaskan terhadap figur Prabowo.

Baca Juga: Masih Ada Peluang! Pendaftaran CPNS 2024 Diperpanjang hingga 10 September, Ini Dia Alasannya Dan Formasi Yang Banyak Dilamar

Padahal, hal tersebut berbanding terbalik dari citra Prabowo sebelumnya yang tegas dan berwibawa.

Ada pula partai Golongan Karya (Golkar) yang memakai teknologi deepfake untuk membangunkan mendiang Presiden Soeharto yang menyerukan publik untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum di Indonesia.

Diketahui, bahwa strategi tersebut diambil untuk menunjukkan kejayaan Orde Baru dan diharapkan dapat menaikkan elektabilitas Partai Golkar.

Baca Juga: Cerita Mariyati Daeng Ngintang, Pahlawan Inklusi Keuangan dari Pulau Lae-lae Makassar Jadi AgenBRILink

AI Dekat dengan Generasi Muda

Menurut survey yang dilakukan oleh Google Indonesia, 43 persen pengguna AI di Indonesia adalah generasi muda.

Country Head of Android of Google Indonesia, Denny Galant mengungkapkan bahwa mereka adalah kelompok yang paling adaptif dan responsif terhadap teknologi AI.

"Mereka adalah early adopter dari platform AI generatif, dimana teknologi ini sudah menjadi bagian yang penting bagi kehidupan sehari-hari mereka," kata Denny Galant dalam konferensi pers.

Baca Juga: Suku Bunga Rendah! Tabel Angsuran Pinjaman BRI TERBARU SEPTEMBER 2024 Plafon Rp5 juta hingga Rp75 juta

Namun, penggunaan AI dalam kampanye pemilu juga memiliki tantangan dan risiko yang harus diwaspadai.

Salah satunya adalah masalah etika dan hukum. Penggunaan AI dalam kampanye pemilu harus menghormati hak dan kewajiban para kandidat, pemilih, dan masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Dari berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X