Meski setelah ini Natan akan hidup seorang diri, namun ia bahagia karena Moses telah berhasil menjemput salah satu mimpi besarnya, berkuliah di UGM. Sang ayah Natan berharap Moses dapat tepat waktu menyelesaikan kuliah di UGM, belajar yang tekun, dan sebuah kebanggaan jika anaknya mampu menjadi contoh bagi masyarakat. Selama nanti menuntut ilmu di UGM, Natan berpesan agar Moses yang akan berangkat meninggalkan Toraja untuk selalu ingat dan mengandalkan Tuhan dalam setiap aktivitasnya kelak. “Moses tidak akan berada di titik ini tanpa campur tangan Tuhan,” ungkapnya.
Bagi Natan, subsidi UKT 100% yang diberikan UGM seperti sebuah mimpi yang jadi nyata untuk keluarganya yang memiliki beban finansial yang tidak sedikit.
Baca Juga: Kompetisi Panahan Nasional Series 2 di UGM Bukan Hanya Kompetisi Fisik
Sebagai universitas nasional, Universitas Gadjah Mada terus berkomitmen kuat untuk memberikan akses pendidikan tinggi kepada semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu melalui salah satunya program subsidi UKT. Subsidi ini diberikan berdasarkan kondisi ekonomi mahasiswa, sehingga memastikan bahwa biaya kuliah tetap terjangkau bagi semua kalangan. Calon mahasiswa dapat mengajukan permohonan subsidi UKT dengan menyertakan dokumen-dokumen yang menunjukkan kondisi ekonomi mereka.
Artikel Terkait
Seru Nih, Ratusan Calon Mahasiswa Jalur PBUB UGM Mengikuti Uji Keterampilan
Ini Kehebatan UGM Mendukung Penderita Autis Mengejar Mimpinya Di Fakultas Peternakan
Kompetisi Panahan Nasional Series 2 di UGM Bukan Hanya Kompetisi Fisik
Kerennya Mahasiswa UGM Ikut Forum Pertukaran Budaya Pemuda ASEAN
Gigih, Putri Guru Honorer Dari NTB Yang Diterima Masuk UGM Tanpa Biaya UKT