Meski tinggal di desa Nginggil, Bendo, Sukodono, Sragen, Nikita melalui sebagian pendidikan di kota. Meski berjarak dari rumahnya, kedua orang tuanya mengaku menghendaki seperti itu.
Karenanya ia melalui pendidikan Sekolah Menegah Pertama di SMP IT Az-Zahra Sragen, dan SMA Negeri 1 Sragen. Nikita mengaku selalu disekolahkan orang tuanya di sekolah umum dan tidak pernah di sekolah luar biasa.
“Kendalanya saya didiskriminasi, dan sama teman pernah diejek juga. Karena tidak bisa berolahraga, saya selalu ada tugas tambahan untuk pelajaran olahraga. Untuk teori itu saya bisa, dan sempat masuk SMA favorit yaitu SMA 1 Sragen selama setahun. Tetapi kemudian pindah karena tidak betah dengan perlakuan teman dan guru,” kenangnya bersedih.
Baca Juga: UGM Wisuda 1.423 Lulusan Program Sarjana dan Sarjana Terapan, Apa Pesan Rektornya ?
Kini lulus dengan IPK 3,37, Nikita berharap mendapatkan pekerjaan yang layak dan bisa melanjutkan pendidikan S2 dengan pembiayaan LPDP. Ia sangat berharap terus bisa berkontribusi untuk masyarakat terutama dalam memperjuangkan hak disabilitas.
Menurut Nikita UGM sudah cukup mampu memberikan layanan yang dibutuhkan mahasiswa disabilitas. Ia mengaku dosennya baik-baik dan suportif yang menjadikannya bisa belajar hal terkait spasial di program studi yang ditekuninya.
“Saya berharap nantinya ada semacam kerja sama antara kampus dengan pemerintah, perusahaan, organisasi terkait penyediaan lapangan kerja untuk fresh graduate disabilitas,” harapnya.
Baca Juga: Ada Inovokasia 2024 Di UGM , Membuat Tenaga Ahli Trampil Inovatif Dan punya Daya Saing
Suripto, ayahnya yang seorang guru dan Eny Muryaningsih, ibunya yang seorang tenaga kesehatan mengucap syukur atas karunia Rahmat Allah Swt. yang menjadikan Nikita mampu menyelesaikan pendidikan dan lulus dari UGM. Keduanya sangat berharap semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat, barokah, dan Nikita segera bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
“Sebagai orang tua tentu merasa terharu, bangga melihat Nikita bisa menyelesaikan studi di UGM. Walaupun dengan keterbatasan yang dimiliki masih bisa berkompetensi dalam meraih cita cita. Semoga ini bisa menginspirasi untuk kedua adiknya, Hanifah dan Hanif,” ujar Suripto.
Artikel Terkait
UGM Dorong Dosen Untuk Gemar Menulis Buku, Ini Kiat Dan Tips Menulis Buku Akademik
Ada Inovokasia 2024 Di UGM , Membuat Tenaga Ahli Trampil Inovatif Dan punya Daya Saing
UGM Wisuda 1.423 Lulusan Program Sarjana dan Sarjana Terapan, Apa Pesan Rektornya ?
Pesawat Tanpa Awak Karya Guru Besar UGM , Tidak Kalah Dengan Buatan Luar Negeri
Meski Lulus Sarjana Tercepat di UGM, Namun Edo Mengaku Menikmati Proses Perkuliahan