Tetapi, teknologi juga menggantikan jarak dan waktu sehingga jauh sebelum pandemi pusat-pusat belanja yang ramai dan macet, tiba-tiba sepi karena konsumen memilih belanja dari genggaman tangannya dan barangnya datang sendiri.
Tapi namanya manusia, ya tentu saja sesekali gatal juga untuk cuci mata dan belanja ke mal. Peradaban itu sulit dihapuskan dari perilaku kita, hanya saja banyak hal telah berubah. Bahkan telah berubah tetap, alias permanen. Dan kita tak bisa menangisinya untuk kembali seperti semula.
Maka sejak itu kita menyaksikan pekerjaan-pekerjaan yang eksis 20 tahun lalu pun perlahan-lahan akan pudar. Ribuan profesi akan hilang, termasuk pekerjaan saya sebagai dosen. Artinya saya pun harus beradaptasi dan memikirkan cara-cara baru.
Di Rumah Perubahan sejak pandemi datang saya pun menabur puluhan kilometer serat optik dan membangun sarana pelatihan outdoor. Kami optimalkan area yang sudah lama ditumbuhi pohon-pohon besar.
Kami juga memperbaiki bisnis model dan bisnis proses.
Kita tentu perlu memikir ulang pekerjaan-pekerjaan yang kita tekuni hari ini.
Rhenald Kasali
Founder Rumah Perubahan