opini

EMAKNYA SETAN oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 14:56 WIB
Ilustrasi Setan (Pic. pixabay)

Setan bisa merasuki manusia, bahkan sangat mudah. Maka muncullah “orang-orang yang kesetanan” dalam segala bidang kehidupan manusia, termasuk dalam bidang politik dan ekonomi, serta agama. Ketika seseorang kesetanan, maka dia tercermar sifat dan kualitas setan. Orang-orang yang hidupnya dikuasai nafsu itulah yang mudah tercemar sifat dan kualitas setan.

Baca Juga: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Revitalisasi Masjid Al Mansur Milik Keluarga Ustadz Yusuf Mansur

Padahal, orang beragama semestinya dalam dirinya mewarisi sifat dan kualitas Tuhan, bukan sifat dan kualitas setan. Maka John Kerry (dulu Menlu AS) pernah mengatakan, dunia tidak dapat membiarkan menyebarnya “setan” dari kelompok ISIS.  Memang, seluruh sejarah manusia sarat dengan perjuangan sengit melawan kekuatan kegelapan. 

III Di tengah perjuangan melawan kekuatan kegelapan itu—antara lain terorisme—eh, tiba-tiba ada yang usul agar Densus 88 dibubarkan. Bukankah dalam hal memerangi terorisme, Densus 88 ada di garda terdepan? Mengapa harus dibubarkan? Bukankan dunia—termasuk Indonesia—harus diselamatkan dari patologi terorisme. Dunia harus diselamatkan dari cengkeraman iblis, setan terorisme.

Baca Juga: Dijuluki ‘Raspunzel di Dunia Nyata’, Perempuan ini Tidak Pernah Potong Rambut Sejak Umur 5 Tahun

Lewat terorisme, manusia mampu membunuh sesamanya dengan kepala dan hati yang dingin. Terorisme adalah politik kematian. Bukan kematian yang menjadi tujuan di sini—melainkan ketakutan akan mati. Kuasa teroris menebarkan technology of fear, lewat dramatisasi kematian (Budi Hardiman, 2011).  Bunuh satu orang dan buatlah seribu orang ketakutan! Begitu kredo mereka.

Maka penemuan 35 kilogram bahan baku peledak jenis TATP (Triacetone Triperoxide, senyawa peroksida) yang dikenal dengan sebutan The Mother of Satan, di Desa Bantar Agung, Sindangwangi, di kaki Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat, oleh Densus 88 menjadi sesuatu yang sangat berarti. Dengan The Mother of Satan, Emaknya Setan ini, para teroris menebarkan ketakutan dan kematian. Dan, dengan menemukan The Mother of Satan itu, Densus 88 telah memutus sebagian dari alat penebar teror kematian.

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN Oktober 2021, Perum Jasa Tirta I Posisi Staf Teknik dan Pengawas Pekerjaan Sipil

Temuan itu berdasarkan pengakuan terduga teroris Imam Mulyana—narapidana teroris Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap pada tahun 2017. The Mother of Satan, Emaknya Setan  adalah bom kimia yang sangat berbahaya dan memiliki daya ledak tinggi (high explosive), dan menimbulkan efek korban jiwa banyak. Karena daya ledak dan efeknya yang dahsyat itulah, maka diberi nama The Mother of Satan. Bom jenis ini banyak digunakan oleh ISIS di Irak dan Suriah, karena daya hancurnya yang mematikan.

“Emaknya setan”, tidak hanya dalam bentuk bahan peledak saja, yang mampu menghancurkan badan wadak manusia. Tetapi, sebagaimana sifat setan dan iblis, yang memiliki kekuatan penghancur, maka “emaknya setan” pun mampu merusak nalar dan budi manusia.

Baca Juga: 3,5 Triliun Rupiah, Total Jenderal Duit Negara Untuk PON XX Papua

Bila hasrat setan sudah terbentuk dalam tubuh manusia, maka orang akan kesetanan, misalnya dalam beragama (dalam pengertian fanatisme terhadap agama yang berlebihan); juga dalam politik menggunakan kekuatan setan untuk kepentingan diri, termasuk korupsi.

Seperti itulah yang terjadi, dari dulu hingga kini. Dokumen Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi menyatakan, sedari dulu hingga saat ini, agama (religion) masih digunakan sebagai komoditas politik dan berbagai kepentingan lainnya yang terbukti dapat menjadi sarana destruktif dan menakutkan untuk mengobarkan pertikaian hingga berkembang menjadi perang saudara seperti terjadi di Suriah, Irak, India, dan beberapa negara di kawasan Timur Tengah, Afrika, bahkan Eropa.

Baca Juga: Mau Buka Kedai Kopi? Nih Daftar Nama Menu untuk Kaum Awam Kopi

Kekuatan penghancur The Mother of Satan, Emaknya Setan, memang sangat dahsyat.***

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB