Sekarang "musim politik". Apakah "mukjizat politik" akan muncul juga di musim ini? Bukankan politik juga adalah "seni kemungkinan?" meminjam istilah Otto von Bismarck (1815 — 1898), negarawan Jerman.
Baca Juga: Manfaat Ketimun Bagi Kesehatan Ternyata Tinggi , Tapi Disepelekan
Tapi, ada yang berpendapat bahwa mereka yang mengartikan politik sebagai "seni kemungkinan" adalah mereka yang meyakini bahwa politik itu urusan pragmatisme bukan idealisme. Karena tekanannya pada pragmatisme, maka adalah tidak aneh kalau segala daya upaya dan cara ditempuh untuk mewujudkan yang "tak mungkin" menjadi "mungkin."
Dalam bahasa lain Hillary Rodham Clinton mengatakan, "politik sebagai seni membuat apa yang tampaknya tidak mungkin menjadi mungkin" (Time, 18 November 2022).
Baca Juga: Tiga Ramuan Herbal Untuk Turunkan Lemak Darah. Salah Satunya Banyak Ditemukan di Solo dan Jogja
Kalau melihat panggung politik di "musim politik" saat ini, apa yang dikatakan Hillary Clinton itu, bukan tidak mungkin akan terjadi ketika koalisi partai-partai politik masih cair (meski ngakunya solid). Tapi, ini akan sangat tergantung pada kepiawaian para sutradara dan produser politik serta yang mereka yakini apakah politik itu semata-mata urusan pragmatisme dan bukannya idealisme.
***
Ketika obrolan kami sampai pada masalah pragmatisme dan idealisme, saya lihat Mas Ninok mengolesi dahinya dengan minyak, entah minyak apa dan tak menghabiskan tongseng sultannya. "Saya sudah tidak kuat," katanya singkat.
Baca Juga: PNS Mau Nonton Coldplay, Menpan-RB Beri Pesan Khusus : Mending digunakan untuk yang Lebih Produktif
Lalu, "Kolesterol .." katanya lagi sambil tersenyum. Mendengar apa yang dikatakan itu, saya seperti mendengar bunyi peluit dan disodori kartu merah. Maka, saya pun buru-buru berhenti menyendoki tongseng sultan yang enak itu, dan "merasa" kaki agak nggak enak.
Saya pikir-pikir, politik di negeri ini kok mirip-mirip tongseng itu, yang bisa memicu naiknya kolesterol, meskipun lezat. Apalagi kalau semata-mata memburu pragmatisme bukan idealisme...***
Sumber: https://triaskredensialnews.com/kredensial/tongseng-sultan/